Kelapa Muda sebagai Mahar, Acara “Nikah Bareng sunset love ceremony ..” Berlangsung Sakral di Pantai Sundak

Susana bahagia salah satu pasangan peserta “Nikah Bareng sunset love ceremony ..” di Pantai Sundak, Kabupaten Gunungkidul, DIY. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Bulan Syawal dalam perhitungan kalender dan budaya Jawa bisa dikatakan sebagai bulan yang baik dalam melansungkan pernikahan, akan tetapi perekonomian kita saat ini menghadapi tantangan global, seperti ketidakpastian ekonomi dan geopolitik sehingga banyak masyarakat kita yang belum bisa menikah karena berbagai keterbatasan. Selain itu juga Angka Pernikahan di Indonesia trend-nya mengalami penurunan hingga menjadi 1,48 juta pasangan pada 2024, terendah dalam sedekade terakhir atau mengalami penurunan sekitar 6,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia) Sewon, Bantul kembali menyelenggarakan acara Nikah Bareng, dengan tagline “Kolaborasi & Sinergi Menuju DIY Wedding Destinasi Dunia”, bekerja sama dengan Sundak Beach House didukung Pemkab Gunungkidul, Kemenag Gunungkidul, Polres Gunungkidul, KOPER (Komunitas Perias Gunungkidul), dan berbagai pihak.

Gelaran bertajuk “Nikah Bareng sunset love ceremony ..” diselenggarakan, bertempat di Sundak Beach House Gunungkidul, Rabu 23 April 2025. Prosesi Ijab qobul kali ini menarik karena dilakukan di tepi pantai Sundak dengan hamparan pasir putih saat senja hari di mana matahari akan tenggelam (sunset).

Mengandung filosofi bahwa pernikahan mereka akan mengarungi kehidupan yang panjang seperti ombak di lautan lepas dan akan menepi ke daratan untuk meraih kehidupan sejahtera.

“Dengan mahar unik seperangkat alat sholat, cincin kawin dan kelapa muda sebagai lambang kesegaran, harapan baru dan kesuburan, serta semangat kehidupan kemakmuran yang diharapkan,” terang Ketua Golek Garwo & Nikah Bareng Nasional, H. Ryan Budi Nuryanto, SE, dalam rilisnya, Kamis (24/4/2025).

Menurut Ryan, pendaftar nikah sangat banyak namun yang lolos persyaratan administrasi nikah hanya ada 9 pasang dan berusia muda. Hal ini menunjukkan bahwa nikah bareng yang selama ini digelar di DIY selalu ditunggu oleh masyarakat Indonesia. Acara ini dihadiri Bupati Gunungkidul, Kapolres, Dandim, Kepala Kemenag Gunungkidul, Panewu Tepus beserta jajaran Muspika Tepus, Kepala KUA Tepus dan tamu undangan.

Berikut Adapun kesembilan pasangan pengantin yang berbahagia,1. Mia Nurul P (39 th), Bojongloa Kidul, Bandung & Saiful Heru Wahyudi (34 th) Batununggal, Bandung, Jawa Barat, 2. Putri Puspita Rini (23 th) Samigaluh, Kulon Progo. DIY & Wicaksono Dwi P (30 th), Brebes, Jawa Tengah, 3. Jumaroh (42 th) Karangdadap, Pekalongan & Abdul Rohim (43 th) Kesesi, Pekalongan  Jawa Tengah, 4. Ning Utami (35 th) Trucuk, Klaten, Jawa Tengah & Meddi Arivianto (40 th)Trucuk, Klaten, Jawa Tengah.

Selanjutnya, 5. Fia Setyo Astuti (21 th) Wedi, Klaten & David Andri Wibowo (20 th) Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, 6. Anggraeni Dwi Sustarina (21 th) Ngawen, Klaten & Mohammad Bagus C (25 th) Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, 7. Ardini Putri Utami (33 th) Jebres, Surakarta & Riski Maulana (29 th) Serengan, Surakarta, Jawa Tengah, 8. Nur Hayanti 28 th), Tirtomoyo, Wonogiri & Sulistiyo Ari Handoyo (42 th), Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah,9. Khoirunisa Nur Azizah (21 th) Karanganom, Klaten & Dimas Arisandi (25 th) Brebes, Jawa Tengah.

“Bagi masyarakat yang masih ingin menikah gratis insya Allah akan digelar kembali bulan Juni, Juli dan Agustus 2025 dan terbuka umum serta gratis. Silahkan bisa mendaftar ke FORTAIS Indonesia atau hotline 081 579 08 232 atau info di instagram @nikahbareng dan facebook: cari jodoh & nikah istimewa. Dan bagi yang Jomblo mencari jodoh kita buka Golek Garwo#5, di Kampus 1 Unimma dan bisa menghubungi admin; 0851 3664 8637,” ujar Ryan.

Suasana sakral dan haru ketika prosesi ijab qobul berlangsung, seperti dirasakan pasangan Mia Nurul P dan Saiful Heru dari Bandung, yang sangat bahagia tidak menyangka dapat menikah di tepi pantai Sundak, Gunungkdiul. Selain itu juga pasangan Putri Puspita dan Wicaksono Dwi berasal dari Kulon Progo, DIY dan Brebes, Jawa Tengah.

“Meskipun mereka menikah kategori usia muda, namun mereka menyatakan siap untuk bekerja keras menghidupi keluarga dan membangun bangsa,” pungkas Ryan. (*/ ted)