Acara Syawalan 1446 H Warga RT 26 Suryoputran, Didanai oleh Dana Jimpitan Istimewa

Ketua RT 26 Suryoputran GBW Imam Karneni saat menyampaikan hikmah Syawalan 1446 H didampingi oleh Pengurus RT 26 Suryoputan, bertempat di Pendapa Prabadikaran, Jalan Pesindenan, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews – Jimpitan adalah salah satu tradisi yang biasa diterapkan di lingkungan pedesaan atau komplek perkampungan, dilakukan dengan cara setiap rumah/ keluarga mengumpulkan sejumput beras atau berupa uang sesuai kesepakatan bersama.

Adapun manfaat dari tradisi jimpitan yakni warga dapat selalu menjunjung sikap gotong royong. Kebersamaan, dan saling tolong menolong. Hal itu seperti yang dilakukan oleh segenap warga RT 26/ RW 08 Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta.

Tradisi jimpitan yang telah dilakukan beberapa tahun oleh Pengurus RT 26 Suryoputran ini telah berhasil mengumpulkan dana sejumlah belasan juta rupiah, dengan jimpitan berupa uang minimal Rp 500 per kepala keluarga (KK).

“Dana jimpitan selain untuk sarana perbaikan insfrastruktur yang ada di wilayah, misal untuk kegiatan kerja bakti, perbaikan saluran air dan pengadaan lampu penerangan fasilitas umum. Juga untuk bantuan sosial apabila ada warga yang sakit dan harus menjalani opname di rumah sakit,” terang GBW Imam Karneni selaku Ketua RT 26 Suryoputran, saat acara Syawalan Lebaran 1446 H, di Pendapa Probodikaran, Jalan Pesindenan, Kampung Suryoputran, Senin (31/3/2025).

Suasana Syawalan Warga RT 26 Suryoputran, bertempat di Pendapa Prabadikaran, Jalan Pesindenan, Kampung Suryoputran, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Lanjut Imam Karneni menjelaskan, seperti kegiatan Syawalan hari ini seluruh pembiayaan penyelenggaraan di-backup sepenuhnya dari dana hasil Jimpitan. “Pasalnya hasil jimpitan yang terkumpul sudah cukup lumayan besar maka acara Syawalan yang telah menjadi agenda tahunan dan bagian dari tradisi budaya ini didanai dari hasil jimpitan tersebut,” ungkap Imam Karneni, kepada bernasnews.

“Tradisi Syawalan juga sebagai bentuk kegotong royongan warga serta bentuk toleransi umat beragama di wilayah kami. Diselenggarakan telah puluhan tahun selepas ibadah sholat Idul Fitri. Oleh karena itu saya mengimbau pada warga RT 26 untuk aktif mengisi jimpitan yang dari dikit-dikit ini bisa menjadi bukit dan bermanfaat bagi seluruh warga. Monggo mau harian dengan uang receh di tempat yang telah disediakan oleh petugas atau langsung secara bulanan silakan,” harap Imam Karneni.

Tradisi Syawalan 1446 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pengurus RT 26 Suryoputran, selain dihadiri oleh segenap warga setempat. Juga menghadirkan Ketua Kampung Suryoputran, Ketua dan Pengurus RW 08 Suryoputran serta Ketua RT se-Wilayah RW 08 Suryoputran.

Meskipun dikemas secara sederhana namun tetap bermakna guna mempererat tali silaturahmi antar warga itu sendiri. Kegiatan serupa sebelumnya juga diselenggarakan oleh Takmir Masjid Wiworojati Suryoputran, di tingkat kampung. (ted)