News  

SciFlow Event Organizer UNY: Mengutamakan Kegiatan Outbound Sains

Salah satu bentuk kegiatan outbound yang diselenggarakan oleh SciFlow Event Organizer UNY. (Foto: Istimewa)

bernasnews — SciFlow Event Organizer adalah sebuah usaha yang bergerak dalam bidang jasa, pariwisata, dan perdagangan dengan tema event organizer yang mengutamakan kegiatan outbound sains.

Event Organizer ini didirikan oleh seklompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang terdiri Pangesti Dwi Nugraheni (Pendidikan Biologi), Pradika Larasati (Matematika), Fauziatul Adhimah (Kimia) dan Sifa’ul Janah (Pendidikan Biologi).

Mereka adalah peserta Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) merupakan program penguatan ekosistem kewirausahaan di Perguruan Tinggi berupa pembinaan, pendampingan serta pelatihan (coaching) usaha kepada mahasiswa peserta P2MW.

Mahasiswa peserta P2MW berkesempatan untuk mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berwirausaha di perguruan tinggi.

Dikemukakan oleh Pangesti Dwi Nugraheni, bahwa SciFlow Event Organizer berawal dari ide untuk meningkatkan kunjungan di Kampung Wisata Air Titik 0 Km Jawa Tengah, SciFlow mengintegrasikan ilmu sains ke dalam petualangan di alam terbuka.

“Konsep tersebut memperkenalkan pengalaman belajar yang unik melalui eksperimen sains sederhana yang dijalankan di lapangan,” kata Pangesti, dalam keterangannya, Senin (23/12/2024).

Pradika Larasati menambahkan, keunggulan SciFlow terletak pada kemampuannya untuk menyajikan pengalaman berpetualang yang menyenangkan sambil mendalami pemahaman sains, memberikan kontribusi positif terhadap pendidikan, dan memberikan layanan yang profesional serta berkualitas kepada pelanggan.

“Konsep outbound dengan komunitas pariwisata dapat menggabungkan elemen pariwisata dengan pihak outbound terkait untuk menciptakan pengalaman yang berbeda dan berharga bagi peserta,” ujar Pradika.

Sebagai contoh yaitu outbound yang berfokus pada kesadaran lingkungan dapat dikombinasikan dengan kegiatan yang dipimpin oleh komunitas pariwisata untuk mempromosikan pelestarian alam dan keberlanjutan.

Peserta dapat terlibat dalam kegiatan pembersihan pantai, penanaman pohon, atau pemeliharaan habitat satwa liar, sambil belajar tentang upaya konservasi yang dilakukan oleh komunitas pariwisata setempat.

SciFlow telah sukses menggelar 6 event outbound berbasis sains yang diikuti oleh total 277 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMP.

Pengelola SciFlow Event Organizer yang merupakan mahasiswa UNY foto bersama dengan para peserta kegiatan outbound sains. (Foto: Istimewa)

Selanjutnya Fauziatul Adhimah mengungkapkan, bahwa kegiatan ini berhasil menjangkau beragam kalangan peserta dari wilayah Magelang, Sleman, dan sekitarnya.

Menurut dia, setiap event dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan peserta berdasarkan jenjang pendidikan mereka, mulai dari permainan eksplorasi lingkungan untuk anak-anak TK hingga simulasi eksperimen sains untuk siswa SMP.

“Keberhasilan ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap konsep outbound edukatif yang ditawarkan oleh SciFlow. Dengan pendekatan yang inovatif dan interaktif, SciFlow mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta,” beber  Fauziatul.

“Kesuksesan ini juga memperkuat posisi SciFlow sebagai pelopor layanan outbound berbasis sains yang dapat menjangkau berbagai kalangan di wilayah regional, sekaligus membangun reputasi sebagai penyedia program edukasi yang berkualitas,” imbuh dia.

Sifa’ul Janah mengatakan SciFlow berhasil lolos Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo di Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara.  KMI Expo adalah ajang yang mempertemukan wirausaha mahasiswa dari seluruh Indonesia.

“Semua peserta yang lolos pada tahap ini telah mendapatkan pendanaan usaha sebesar Rp 14.354.000,- dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek, melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2WM),” terangnya.

KMI Expo ke-15 yang diselenggarakan di Kendari, diikuti oleh peserta yang berasal dari 287 perguruan tinggi dengan lebih dari 3.000 mahasiswa dan 600 dosen pendamping mengikutsertakan sekitar 627 produk.

Melalui program wirausaha P2MW, diharapkan seluruh mahasiswa dapat mengambil kesempatan tersebut dengan baik, sehingga dapat memaksimalkan pengalaman belajar dan menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam praktik wirausaha. (*/ ted)