News  

Bulan Agustus 2024, Pasar Kluwih Suryoputran Siap Dibangun oleh Pemkot Jogja

Sekelompok Kader sebuah partai politik foto bersama usai lakukan aksi sosial gerakan bersih-bersih sampah di Pasar Kluwih, Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Pemerintah Kota Yogyakarta siap membangun gedung Pasar Kluwih Ngadikusuman, yang berlokasi  di Jalan Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, pada tahun 2024.

Rencana pembangunan Pasar Kluwih sudah disusun sejak tahun 2019.  Seharusnya pembangunan Pasar Kluwih dikerjakan pada 2020 dengan dana alokasi khusus (DAK) dari  pemerintah pusat. Namun kondisi pandemi Covid-19 seluruh DAK ditarik lantaran refokusing anggaran.

Lalu usulan pembangunan Pasar Kluwih diajukan lagi ke pemerintah pusat pada tahun 2021 dan 2022, tapi tidak tembus. Demikian dikemukakan oleh Kepala Bidang Penataan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Fakhrul Nur Cahyanto, Kamis (25/7/2024).

“Secara kebijakan kami diminta untuk menangani (pembangunan Pasar Kluwih) dengan APBD sehingga kami tangani di 2024. Pemkot Yogyakarta mengalokasikan pagu anggaran sekitar Rp 1,5 miliar dari APBD 2024 untuk membangun Pasar Kluwih,” kata Fakhrul, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dikatakan, saat ini pembangunan Pasar Kluwih dalam proses lelang melalui Lelang Pengadaan Secara Elektronik Pemkot Yogyakarta. Sudah ada pemenang lelang tapi masih dalam masa sanggah. “Perkiraan masuk tahap pengerjaan pembangunan Pasar Kluwih pada Agustus. Masa pengerjaan empat bulan,” ungkap Fakhrul.

Bangunan Pasar Kluwih akan dibangun di lahan milik Pemkot Yogyakarta seluas sekitar 500 meter persegi. Lahan tersebut juga berada di Jalan Suryoputran dan tidak jauh dari tempat pedagang Pasar Kluwih berjualan selama ini.

Pihaknya menjelaskan, bahwa bangunan Pasar Kluwih akan dibangun dengan material beton. Bangunan satu lantai yang berisi los-los dan beberapa kios pedagang. Selain itu, juga akan dibangun fasilitas parkir, toilet, sanitasi dan tempat sampah.

Lahan calon bangunan Pasar Kluwih milik Pemkot Yogyakarta, yang dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai tempat parkir mobil. (Foto: Istimewa)

Lanjut Fakhrul memaparkan, Pasar Kluwih berada di kawasan nJeron Beteng atau kawasan cagar budaya Kraton sehingga bangunan akan didominasi putih. Berdasarkan rekomendasi Dewan Pertimbangan dan Pelestarian Warisan Budaya (DP2WB) DIY, secara arsitektural tidak terlalu mencolok dan pasar yang merupakan bangunan pemerintah ornamen bangunan dibuat sederhana.

“Bangunan ke arah sana (seperti Pasar Sentul) tapi lebih sederhana  karena hanya satu lantai dan sifatnya los-los bukan seperti pasar yang tertutup,” ucap dia.

Selanjutnya, Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Gunawan Nugroho Utamo menambahkan, bahwa rencana pembangunan Pasar Kluwih dibangun bersamaan dengan revitalisasi Pasar Prawirotaman. Termasuk sudah dilakukan sosialisasi terkait pembangunan Pasar Kluwih Ngadikusuman kepada para pedagang.

“Namun waktu itu lantaran ada kebijakan refocusing anggaran sebab adanya pandemi Covid-19 sehingga pembangunan Pasar Kluwih ditunda. Saat ini kembali dilanjutkan dan dalam proses lelang. Tentunya nanti akan kembali kami adakan sosialisasi terkait pembangunan Pasar Kluwih,” tandas Gunawan. (ted)