bernasnews – SISTEM yang merupakan pengembang aplikasi SISTEM Paypoint baru-baru ini bekerja sama dengan mitra resmi Peruri dalam pemasaran meterai elektronik, Momofin dan menggelar acara bertajuk “Sosialisasi Peluang Usaha Meterai Elektronik untuk Pedagang dan Pengecer.”
Acara ini sukses diselenggarakan pada Sabtu, 29 Juni 2024, di Internet Learning Cafe Timoho, Yogyakarta. Kegiatan ini pun diikuti oleh 100 peserta yang sebagian besar merupakan pengusaha UMKM, pebisnis fotokopi, dan pedagang pulsa.
Selain sosialisasi, acara ini juga mencakup workshop yang bertujuan untuk mengajak peserta menjadi pengecer meterai elektronik melalui aplikasi SISTEM Paypoint.
Untuk diketahui, meterai elektronik, yang digunakan untuk keabsahan dokumen elektronik (PDF) sebenarnya menawarkan banyak manfaat.
Misalnya, dengan materai elektronik, proses administrasi suatu bisnis bisa dilakukan secara elektronik tanpa perlu mencetak dokumen fisik.
Hal ini ujung-ujungnya yang dapat meningkatkan efisiensi soal operasional, keamanan dokumen hingga memfasilitasi kolaborasi jarak jauh.
Rendahnya Penerapan Meterai Elektronik
Namun, penerapan tanda tangan dan meterai elektronik di kalangan pebisnis UMKM dan masyarakat umum masih sangat rendah.
Acara ini pun bertujuan untuk memperkenalkan solusi tanda tangan dan meterai elektronik serta mendorong UMKM menjadi pengecer produk ini.
Managing Director SISTEM, Saga Iqranegara, mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya meterai elektronik meskipun sudah diluncurkan oleh pemerintah sejak lama.
“Pemerintah sudah meluncurkan meterai elektronik sejak September 2021. Tapi belum banyak masyarakat yang tahu.” ujarnya pada Sabtu, 29 Juni 2024.
Potensi Bisnis Meterai Elektronik
Saga Iqranegara mengungkapkan bahwa sebenarnya terdapat peluang bisnis yang besar dari adanya meterai elektronik ini. Ia pun mencontohkan saat momen-momen tertentu, terutama ketika musim rekrutmen CPNS dan pegawai BUMN.
Pada masa rekrutmen itu, meterai elektronik menjadi incaran masyarakat karena merupakan persyaratan dokumen lampiran.
Ia juga yakin bahwa tren penggunaan meterai elektronik ke depannya akan terus meningkat.
“Pada masa rekrutmen CPNS dan pegawai BUMN, meterai elektronik banyak dicari oleh masyarakat. Karena dijadikan sebagai persyaratan dokumen lampirannya. Tren penggunaan meterai elektronik akan terus meningkat di masa depan. Sama seperti meterai cetak, masyarakat juga bisa menjadi pengecer dan memanfaatkan peluang ini,” lanjutnya.
Manfaat Menjadi Pengecer Meterai Elektronik
Ada dua manfaat utama bagi masyarakat yang memutuskan menjadi pengecer meterai elektronik.
Ini diantaranya menambah sumber pendapatan usaha dan meningkatkan penggunaan meterai elektronik di Indonesia.
Aplikasi SISTEM Paypoint hadir dan memungkinkan pedagang dan UMKM menjadi pengecer meterai elektronik. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan banyak fitur.
Misalnya pendaftaran akun, top-up atau kulakan kuota eMET (satuan nilai token yang setara dengan satu unit meterai elektronik), dan pembubuhan meterai elektronik secara mandiri.
Melalui aplikasi ini, pengecer bisa membeli token eMET seharga Rp 11.500 per unit (harga per Juni 2024).
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan Materai Elektronik
Dengan adanya kegiatan tersebut, SISTEM dan Momofin berharap dapat meningkatkan kesadaran dan penerapan meterai elektronik di kalangan UMKM dan masyarakat luas.
Tak sekadar membuka peluang bisnis baru, penerapan materai elektronik juga bisa diartikan lebih luas.
Degan menggaungkan adopsi materai elektronik, maka ini tergolong mendukung transformasi digital di tanah air. (Andrea)











