bernasnews — Dewan Pimpinan Daerah Persemki (Persatuan SMK Kesehatan) DIY menggelar Seminar Ketenagakerjaan, bertempat di Pondok Gajah Hotel, Pool, Resto, Jalan Ringroad Selatan, Yogyakarta, Kamis (6/6/2024). Acara ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SMK Kesehatan se DIY.
Seminar bertajuk ‘Peluang dan Tantangan sebagai Pekerja Migran Bidang Kesehatan’, dengan menghadirkan narasumber Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY Heny Widiastuti, SH., MM selaku Staf Pengantar Kerja Ahli Muda Disnakertrans DIY, dan Tony Cristiyanto, ST.MM Kepala BP3MI DIY.
“Sebelum seminar dilaksanakan penyerahan sertifikat kompetensi (serkom) lulusan SMK Kesehatan melalui kepala sekolah masing – masing. Penyerahan langsung dari Ketua LSP Asnakes Indonesia Pramudi Saksono, SKH,” terang M.Nur Salim selaku Ketua DPD Persemki DIY.
Selaku narasumber Tony Cristiyanto mengemukakan, bahwa untuk bekerja di luar negeri dapat dilakukan dengan berbagai skema diantara, P to P, G to G, G to P. Perusahaan dari luar negeri juga dapat merekrut langsung.
Menurut Tony, prinsipnya untuk bekerja di luar negeri yang legal atau resmi melalui P3MI, prosesnya pasti melalui BP3MI dan salah satunya bisa melalui BP3MI DIY. “Jika tidak melalui proses ini dipastikan prosesnya ilegal,” tegasnya.
Tony juga menyampaikan banyak sekali peluang kerja bidang kesehatan, dengan negara tujuan Jepang, Jerman, Australia dan lain sebagainya, dengan gaji yang menjanjikan.
Hal serupa juga disampaikan oleh Heny yang menyampaikan banyak lowongan kerja bagi lulusan SMK Kesehatan di dalam dan luar negeri. “Selain itu, juga ada program pemagangan dan pelatihan gratis bagi lulusan SMK dari Disnakertarns DIY,” ungkap dia.
Dalam kesempatan itu, Hanung Bagus K selaku Sales & Marketing Manager Pondok Gajah Hotel, Pool, Resto Yogyakarta memberikan apresiasi atas penyelenggaraan seminar ketenagakerjaan di mana banyak pengetahuan yang bermanfaat bagi para peserta.
“Kami Pondok Gajah Hotel, Pool, Resto tentu akan selalu memberikan pelayanan prima bagi asosiasi, lembaga dan organisasi yang akan melaksanakan acara guna pengembangan organisasi, dengan nuansa venue yang berbeda,” ujar Hanung. (ted)












