News  

Women in Tourism Indonesia Sukses Gelar Pelatihan Leadership Untuk Pemuda di Kampung Wisata Sosromenduran

25 Pemuda Ikuti pelatihan bertajuk 'Leadership Self-Efficacy Training for the Young Generation of Kampung Wisata Sosromenduran. (Foto : Wulan/ bernasnews)

bernasnews – Bekerja sama dengan Kampung Wisata Sosromenduran Yogyakarta, Women in Tourism Indonesia, sebuah yayasan yang berdedikasi untuk pemberdayaan komunitas dan perempuan di sektor pariwisata sukses mengelar pelatihan bertajuk ‘Leadership Self-Efficacy Training for the Young Generation of Kampung Wisata Sosromenduran.

Kegiatanini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan anak muda setempat usia 18 tahun ke atas yang terlibat dalam industri pariwisata dan pengelolaan desa wisata.

Co-Founder Women in Tourism Indonesia, Monica mengatakan, WTIDcamp sendiri telah menjadi sebuah program khusus peningkatan kapasitas yang memasukan unsur kesataraan gender pada kurikulum programnya. Setidaknya ada 25 anak muda yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami buat pelatihan kepemimpinan dan keyakinan diri, bagaimana menumbuhkan keyakinan diri ke mereka dulu. Pastinya ketika mereka akan berpartisipasi harus yakin terhadap diri sendiri, apa yang harus mereka lakukan, determinasi mereka untuk menemukan sesuatu,” kata Co-Founder Women in Tourism Indonesia, Monica.

Ia menjelaskan program ini sudah dilakukan dua kali sebelumnya di lokasi yang berbeda dimana WTIDcamp berhasil meningkatkan 93 persen peserta bercita-cita menjadi pemimpin di industri pariwisata setelah berpartisipasi dalam kegiatan WTIDcamp, dan 85 persen peserta memahami dan mampu menerapkan kesadaran kepemimpinan dan gender setelah berpartisipasi dalam kegiatan WTIDcamp.

Untuk WTIDcamp yang ketiga ini berfokus melihat permasalahan awal pemuda-pemudi kampung wisata yang belum memiliki motivasi tinggi untuk memimpin komunitas.

“Harapannya mereka ada self regulation di hari pertama. Di hari kedua lebih ke team worknya, dari yang mereka pelajari bisa mencapai kesepakatan dalam case study team work Kampung Sosromenduran,” sambungnya.

Sementara Lurah Sosromenduran, Agus Joko Mulyono menyambut baik pelatihan yang diberikan oleh Women in Tourism Indonesia.

Agus ta menepis selama ini, geliat anak muda untuk bergerak aktif sangatlah minim. Belum lagi intervensi dari generasi sebelumnya yang menghasilkan tingkat partisipasi anak muda juga minim.

Padahal, lokasi tersebut sangat strategis yakni berdekatan dengan Malioboro dan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang notabenenya adalah pusatnya wisata di Kota Yogya.Dengan adanya WTIDCamp ini ia berharap dapat menunjang kreatifitas anak muda yang berdampak pada peningkatan ekonomi di Sosromenduran.

“Pelatihan ini menjadi modal awal dan membuka mindset anak muda. Harapan saya intinya ekonominya meningkat,” pungkasnya.(lan)