bernasnews – Dukungan terhadap wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkembang. Salah satu nya ditandai dari hadirnya sejumlah toko Oleh-Oleh di berbagai pusat perbelanjaan termasuk Toko Krisna Oleh-oleh Nusantara yang belum lama ini diresmikan secara langsung oleh Menteri Sosial, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.
Menyambut hal tersebut, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DIY menyampaikan komitmennya untuk memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) DIY.
Sekretaris Umum HIPMI DIY Ridho Sinto Mardaris mengatakan kehadiran toko oleh-oleh ternama asal Bali itu menjadi angin segar bagi pariwisata di Yogyakarta sekaligus menjadi harapan baru bagi bangkitnya UMKM di DIY.
“Saya melihat toko ini paling lengkap (di Yogyakarta) sehingga wisatawan mancanegara maupun domestik yang ingin mencari oleh-oleh khas Jogja semua ada disini,” ujar Sekretaris Umum HIPMI DIY Ridho Sinto Mardaris, Minggu (2/6/2024).
Selain berada pada lokasi yang strategis, toko ini juga memasarkan sebagian besar produk UMKM DIY, sehingga ada peluang besar bagi UMKM di DIY untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
“Produk yang tampil disini juga tidak sembarangan tetapi sudah melalui kurasi yang dilakukan oleh Hipmi, Kadin, dan juga Owner Krisna,” sambungnya.
Tentunya ada tantangan yang harus dihadapi yaitu konsistensi produksi dan peningkatan kualitas produk, mengingat produk buatan UMKM itu berhasil menembus pangsa mall. Ridho menyebut Hipmi DIY akan terus mendukung pelaku UMKM melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.
Pihaknya akan berperan aktif untuk memastikan produk yang ditampilkan di Krisna memenuhi standar kualitas dan mampu bersaing di pasar global.
“Sebab, dengan melibatkan ratusan UMKM, toko ini tidak hanya menjadi tempat belanja oleh-oleh, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal,” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial, Tri Rismaharini menuturlan selain memasarkan produk UMKM rupanya toko ini juga melakukan pemberdayaan tenaga kerja disabilitas. Ada sebanyak 17 jenis produk kerajinan Pena yang dipasarkan melalui pusat oleh-oleh kenamaan asal Bali tersebut. Selain itu terdapat juga 2 orang pekerja disabilitas yang terserap di toko ini.
“Kalau nggak salah ada 17 produk KPM Pena yang masuk di Krisna Bali. Mungkin nanti akan bertambah lagi kan tidak mudah sampai harus bisa diterima oleh pasar. Jadi memang harus benar-benar, saya pun juga tidak mau asal saja,” tandasnya. (lan)












