bernasnews – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), bertempat di Hotel Abadi Yogyakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan dua hari, Rabu dan Kamis, tanggal 29 dan 30 Mei 2024. Diikuti oleh 30 orang peserta dari perwakilan 15 sekolah di wilayah Kota Yogyakarta, yang merupakan hasil pemetaan dari rapat koordinasi pemetaan pemberdayaan masyarakat dan koordinasi dengan sekolah.
Kepala BNN Kota Yogyakarta Eko Kurniawan, S.I.K dalam sambutannya mengemukakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan bagi calon penggiat P4GN dalam rangka membangun partisipasi masyarakat khususnya lingkungan pendidikan dalam bidang P4GN.
Menurut Eko, kedepannya penggiat P4GN sebagai penyuluh dapat berperan aktif dengan memberikan informasi dan edukasi P4GN kepada masyarakat. Penggiat P4GN sebagai pendamping juga berperan dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat agar mengaktivasi P4GN di lingkunagn sekitar.
“Penggiat P4GN juga berperan sebagai penjangkau yang melakukan penjangkauan dan pendampingan kepada penyalahguna narkoba agar melaporkan diri secara sukarela untuk rehabilitasi. Penggiat P4GN juga dapat menjadi penggalang laporan yang mengajak masyarakat untuk berani melaporkan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kepada pihak yang berwenang,” bebernya.
“Sedangkan Penggiat P4GN sebagai fasilitator berperan memfasilitasi kegiatan P4GN di lingkungannya bekerjasama dengan BNN atau stakeholder lainnya,” imbuh Eko Kurniawan, dalam keterangan yang diterima oleh bernasnews, usai kegiatan.
BNN (BNN Kota Yogyakarta) memandang, bahwa peran sekolah sangat penting dalam mendeteksi dan menangani kasus narkoba di kalangan siswa. Dengan memiliki penggiat P4GN yang kompeten, sekolah dapat melakukan pendekatan yang tepat untuk mengidentifikasi dan membantu siswa yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
“Hal ini tentunya juga melibatkan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, seperti orang tua, tenaga kesehatan, dan BNN, guna memberikan bantuan yang diperlukan dan mengarahkan siswa pada jalur rehabilitasi yang tepat,” pungkasnya. (*/ ted)












