Keindahan Pantai Cemara Sewu, Ada Arca Nyi Roro Kidul yang Tidak Boleh Dipindah

Penampakan Patung Nyi Roro Kidul yang berada di Pantai Cemara Sewu, Kabupaten Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Keberadaan Jalan Lintas Selatan (JLS) yang melintang dari barat ke timur, serta dibangunnya Jembatan Kretek II yang ikonik, membuat pantai-pantai di selatan Kabupaten Bantul semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Kabupaten Bantul memiliki panjang garis pantai sekitar 16 kilometer, yang membentang dari barat ke timur wilayah Kapanewon Srandakan, Sanden dan Kretek. Beberapa pantai yang ada telah dieksplorasi baik oleh pemerintah kabupaten dan warga setempat menjadi destinasi wisata yang menarik, tidak kalah menarik dengan Pantai Parantritis yang lebih dahulu terkenal.

Salah satu pantai dari jajaran pantai yang dapat dijadikan refrensi pengisi liburan adalah Pantai Cemara Sewu, pantai ini berlokasi di Dusun Grogol VII, Desa Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Disebut Pantai Cemara Sewu dari kata Cemara sejenis tumbuhan dan Sewu (Bhs. Ind, seribu).

Suasana lanskap Pantai Cemara Sewu, Kabupaten Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Cemara Sewu atau dalam bahasa Indonesia berarti Seribu Cemara karena di bentangan pantai ini ditanamai banyak pohon Cemara Udang (Casuarina equisetifolia). Pengunjung atau wisatawan dapat menikmati keindahan pantai selatan dengan suasana sejuk sumilirnya angin laut dan rindangnya dedaunan pohon cemara yang tumbuh subur.

Pantai Cemara Sewu lanskapnya cukup landai seperti pantai-pantai sebelahnya dengan hamparan pasir hitamnya, namun pantai ini juga tidak diperkenankan wisatawan untuk mandi di laut, mengingat kondisi pantai selatan berombak besar serta banyak palung yang cukup dalam di bibir pantai.

Meskipun demikian pengunjung dapat menikmati eksotiknya jajaran pohon cemara yang membentuk lorong-lorong ditambah dengan adanya beberapa bangunan rumah berasitektur rumah kampung akan menjadi latar belakang foto yang membuka memori suasana kampung zaman dulu.

Salah seorang warga setempat yang berprofesi sebagai driver Jip Wisata Cemara Sewu. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Selain itu, fasilitas umum seperti resto, toilet, dan tempat ibadah juga tersedia. Pengunjung juga bisa berfoto dengan arca ikonik yang ada yaitu arca Nyai Roro Kidul, yang konon tidak boleh dipindah. Juga bisa menyusuri pantai dengan motor APV maupun Jip Pantai dengan cat berwarna warni.

“Wisata Jip Cemara Sewu terbagi dalam tiga paket, Paket 1 seharga Rp 400.000 berputar hanya di sepanjang pantai Cemara Sewu. Paket 2 seharga Rp 500.000 menjelajah pantai dan sekitaran gumuk pasir. Untuk paket 3 seharga Rp 700.000, paket longtrip ini menjelajah pantai, gumuk pasir, dan tempat-tempat ikonik dan instagramable,” terang Wastriantara, seorang driver jip wisata setempat.

Lebih lanjut Wastriantara mengungkapkan, bahwa jip-jip wisata yang ada memiliki komunitas sendiri-sendiri berdasar basecamp, yang masing-masing komunitas atau kelompok rata-rata 45 armada jip. Saat disinggung gumuk pasir adalah bagian dari kekayaan alam yang harus dilestarikan, ia menerangkan bahwa jalur-jalur jip telah diatur sedemikian rupa oleh dinas terkait.

“Jalur atau lintasan jip wisata sudah ada jalannya sendiri dan tidak akan merusak kondisi gumuk pasir yang dilindungi. Untuk trip paket panjang lebih banyak meyusuri pantai dari Pantai Cemara Sewu hinggu ke pantai ujung yang paling timur, Pantai Parangendog yang berbatuan,” ujar Wastriantara. (ted)