bernasnews — Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H/ 2024, DPUPKP Kabupaten Sleman telah mempersiapkan beberapa ruas jalan kabupaten sebagai penyangga jalan nasional, provinsi masupun akses wisata menuju destinasi wisata Prambanan dan Kaliurang.
Hal itu disampaikan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, yang didampingi Wakil Bupati Danang Maharsa, Juga jajaran Polrestas Sleman, Kepala Dinas PUPKP, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Kepala bagian Organisasi Kabupaten Sleman, bertempat di ruangan Sembada Sekretaris Daerah Pemkab Sleman, Rabu (27/3/2024).
“Jalan kabupaten yang disiapkan sebagai jalur penyangga jalan nasional dan provinsi tahun 2024, berjumlah 52 ruas total ruas sepanjang 166,1 km dengan presentasi kelayakan jalan sudah 80-100 persen,” ujarnya kepada awak media.
Kustini juga menyampaikan, bahwa potensi pergerakan masyarakat selama cuti bersama Hari Raya Idul Fitri diperkirakan melonjak karena dipengaruhi tidak adanya Covid -19. Menurut dia, juga adanya pertumbuhan ekonomi, cuti bersama, libur sekolah serta peningkatan kualitas dan kuantitas sarana transportasi.
Dikatakan, daerah tujuan arus mudik tertinggi yaitu, Jawa Tengah sebesar 31,8persen (61,6 juta orang), Jawa Timur sebesar 19,4persen (37,6 juta orang), Jawa Barat sebesar 16,6persen (13,1 juta orang). Sedangkan di DIY sekitar 6,06persen (11,7 juta orang) dan DKI Jakarta 3,35persen (6,4 juta orang) dan perkiraan puncak hari mudik berdasarkan pilihan masyarakat adalah H -2 atau Senin 8 April 2024.
Sementara, dimulainya cuti bersama dengan potensi pergerakan 26,6 juta orang (13,7persen). Adapun perkiraan puncak hari balik adalah H+3 yakni Minggu 14 April 2024 dengan potensi pergerakan 41 juta orang (21,2persen).
“Kami Pemkab Sleman, telah melakukan koordinasi dengan kepolisian, Satker PJN, PUPR Dishub DIY, Pol PP, Dinas Pariwisata dan Organda, dari Dinas Perhubungan melibatkan 75 personil dalam giat Lebaran, yang ditempatkan di titik – titik Posko sebagai berikut,” terang Kustini.
Posko monitoring lalulintas Tempel dan Prambanan, Posko pelayanan penumpang di semua Terminal Tipe C, Patroli lalulintas, Rampchek kendaraan angkutan umum Bus di garasi/ Pool maupun di lokasi tempat wisata, Pengendalian simpang melalui ATCS, Posko monitoring dan penanganan PJU di Kantor Dinas Perhubungan khusus personil dari seksi PJU.
Bupati juga merinci jalur utama arus mudik maupun balik Lebaran, ruas Jogja – Sleman – Tempel, ruas Jogja – Prambanan, ruas Jogja – Wonosari dan ruas Jogja – Wates. Sedangkan jalur alternatif arus mudik maupun balik Lebaran, ruas Tempel, Pakem, Cangkringan, Kalasan, ruas Mlati, Balangan, Dekso, ruas Denggung, Besi, Koroulon, Joholanang, ruas Prambanan, Piyungan, ruas Jogja, Godean, Nanggulan.
“Untuk Posko Lebaran Dinas Perhubungan sudah menyiapkan yaitu, Posko pemantauan dan monitoring lalulintas Prambanan, Posko pemantauan dan monitoring lalulintas Amplas, Posko monitoring penumpang di Terminal Tipe C Condongcatur, Prambanan, Pakem, Posko monitoring dan penanganan PJU di kantor Dinas Perhubungan oleh personil seksi PJU,” ucap Kustini.
Bupati juga menyampaikan tentang layanan kesehatan, selama cuti bersama Hari Raya Idul Fitri. Dinas Kesehatan Sleman beserta fasilitas layanan kesehatan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan sumber daya pelayanan, mulai tanggal 7 sampai 15 April 2024.
Pelayanan kesehatan di Puskesmas Sleman sebagai berikut, Puskesmas rawat inap tetap buka 24 jam, Puskesmas non rawat inap buka dari pukul 07:30 sampai 20:00 WIB, pada 7- 15 April 2024, jadwal piket diluar jam kerja terdiri dari dokter, bidan, perawat dan administrasi. Puskesmas siap sedia memberikan pertolongan pertama pada penyakit dan kecelakaan termasuk ambulans serta pengemudi yang siap 24 jam.
“Sebagai antisipasi kedaruratan kelahiran selama cuti bersama, Puskesmas telah melakukan identifikasi ibu hamil resiko tinggi dengan HPL rentang 7-15 April 2024 serta berkoordinasi dengan rumah sakit pelayanan obstetri neonatal emergency komprehensif,” terang Bupati.
Tentang pelayanan pengelolaan persampahan, Kustini juga menyampaikan pelayanan persampahan tetap dilakukan setiap hari termasuk selama libur cuti bersama kecuali pada Hari Raya Idul Fitri 1445 H tanggal 10 dan 11 April 2024. Kegiatan penyapuan dan pengangkutan tetap dilakukan selama libur cuti bersama Hari Raya Idul Fitri, kemudian bantuan kebersihan pasca Shalat Ied dilakukan di area Lapangan Denggung, operasional TPST Tamanmartani hanya libur pada Hari Raya Idul Fitri 1445 H tanggal 10-11 April 2024.
Selanjutnya tentang pemeliharaan Taman dan ruangan terbuka hijau, layanan pemotong rumput dan penyiraman lapangan lokasi Shalat Ied dapat dilakukan untuk 1 lapangan per hari mulai tanggal 25 Maret 2024 hingga 6 April 2024, Dinas Lingkungan Hidup tetap melakukan pemeliharaan taman di area Ibukota Kabupaten Sleman.
“Tenaga kebersihan dan pemeliharaan taman akan dilakukan oleh tim yang bertugas sebanyak 10 petugas per harinya. Masyarakat dipersilakan memanfaatkan lapangan yang masih dalam masa pemeliharaan untuk kegiatan Sholat Ied berjamaah, dengan mengajukan surat pinjam kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman dan di ketahui oleh Lurah setempat,” jelas Kustini.
Promosi wisata di Sleman, Bupati juga menyampaikan diprediksi jumlah pergerakan wisatawan selama periode libur Hari Raya Idul Fitri, tanggal 5 sampai 15 April 2024, sekitar 300.000 – 450.000 orang. Prediksi Length of Stay pada periode tersebut antara 2-5 hari, prediksi rerata okupansi hotel pada periode tersebut berada diantara 75persen – 100persen.
Sementara prediksi rerata belanja wisatawan berupa akomodasi makan minum tiket masuk obyek wisata dan belanja oleh – oleh pada periode libur Hari Raya Idul Fitri antara Rp 1 juta sampai 2,5 juta, prediksi retribusi pariwisata di destinasi yang dikelola Pemda Sleman Kaliurang dan Kaliadem pada periode libur Hari Raya antara Rp 90 juta – Rp 281,24 juta, prediksi peredaran uang selama libur Hari Raya Idul Fitri antara Rp 600 Miliar hingga Rp 2,8 Triliun.
“Selama cuti bersama, kegiatan pariwisata tetap buka sedangkan untuk Hari Raya Idul Fitri akan buka mulai tengah hari. Wisata Candi yang dikelola Taman Wisata Candi yaitu Candi Prambanan dan Ratu Boko dibuka pada siang Hari Raya pertama Idul Fitri. Sedang candi yang dikelola Dinas Pariwisata dibuka pada Hari Raya ke-dua Idul Fitri,” pungkas Bupati Sleman. (nun)












