News  

Ngobran Edisi #03 ISEI Jogja, UMKM Gaspol: Go Digital & Go Export

Suasana Ngobrol Ramadan (Ngobran) edisi #03 dengan topik “UMKM Gaspol: Go Digital & Go Export”, Senin (25/3/2024). Foto: Istimewa.

bernasnews — ISEI Cabang Yogyakarta menyelenggarakan Ngobrol Ramadan (Ngobran) edisi #03 dengan topik “UMKM Gaspol: Go Digital & Go Export”, Senin (25/3/2024). Acara ini terselenggara atas dukungan dari Kantor Perwakilan BI DIY, Bank BPD DIY, KADIN DIY, Diskop UKM  DIY, OJK DIY dan YSS Production.

Selaku tuan rumah acara ini adalah Kantor Perwakilan BI DIY dan hadir sekitar 20 peserta diskusi, antara lain Dian Ariani, Bank BPD DIY; Tim Apriyanto, KADIN DIY; Lincolin Arsyad, FEB UGM; Amirullah Setya Hardi, ISEI Cabang Yogyakarta; D. Wahyu Ariani, FE UMB; Rudy Badrudin, Pelaku UMKM; Bambang P Hadi, Pelaku UMKM, dan Budiharta Setyawan, Pembina UMKM.

Sementara hadir selaku narasumber yakni,  Kepala Perwakilan BI DIY Ibrahim, Dirut Bank BPD DIY Santoso Rochmad, Wakil Ketua KADIN DIY Robby Kusumaharta, Kadiskop UMK DIY Srie Nurkyatsiwi, Kepala OJK DIY Jimmy Parjiman, dan Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta Y. Sri Susilo. Sebagai moderator acara Humas ISEI Cabang Yogyakarta Ronny Sugiantoro.

Kepala Perwakilan BI DIY mengemukakan, bahwa Pengembangan UMKM difokuskan pada Korporatisasi, Kapasitas dan Pembiayaan. Menurut Ibrahim, BI juga mendorong pelaku UMKM DIY untuk Go Digital dan Go Export. Berkaitan dengan hal tersebut BI memberikan dukugan pelatihan dan pendampingan.

“Melalui Karya Kreatif Indonesia (KKI), UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia di seluruh Indonesia didorong untuk secara kontinu melakukan inovasi, meningkatkan kualitas produk sesuai selera pasar, berorientasi ekspor, dan memanfaatkan platform digital agar dapat memperluas akses pasar internasional,” bebernya.

Wakil Ketua KADIN DIY Robby Kusumaharta menyampaikan, KADIN DIY, sejalan dengan KADIN Indonesia,  berkomitmen untuk membantu UMKM (khususnya Usaha Ultra Mikro dan Mikro) untuk maju dan berkembang untuk Gaspol Naik Kelas.

Menurut Robby, berkaitan dengan hal tersebut program yang telah dilakukan KADIN DIY adalah pelatihan kemampuan ketrampilan vokasional bagi para pekerja di perusahaan UMKM. “Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkat ketrampilan dan produktivitas tenaga kerja. Ujungnya daya saing pekerja di DIY semakin kompetitif,” ucap dia.

Sementara itu, Dirut Bank BPD DIY Santoso Rochmad menjelaskan, Bank BPD DIY terus berkomitmen memaksimalkan penyaluran kredit, terutama kredit produktif untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dengan adanya keberpihakan terhadap UMKM inilah, Bank BPD DIY berupaya membuktikan peran signifikannya dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goal’s (SDGs) di DIY.

Dikatakan, Bank BPD DIY terus mendukung penggunaan transaksi non tunai UMKM. “Hal tersebut diwujudkan dengan  memberikan layanan QRIS kepada seluruh tenant sebagai alat penerimaan pembayaran. Menurutnya, melalui QRIS, transaksi menjadi lebih mudah, praktis, efisien dan aman,” ucap Santoso.

Kadiskop UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menegaskan, bahwa Diskop dan UKM DIY dengan berbagai program telah dan akan terus  mendorong UMKM Gaspol, dalam hal Go Digital dan Go Export. Dinas Koperasi dan UKM DIY meluncurkan SiBakul Jogja, platform digital serta fasilitasi pemasaran produk UKM.

Lebih lanjut Siwi menjelaskan, SiBakul Jogja sebagai platform marketplace, menyadari bahwa biaya pengiriman dapat menjadi kendala bagi konsumen. Oleh karena itu, SiBakul menciptakan ide layanan gratis ongkir untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen.

“Dengan layanan ini, pengguna dapat menikmati pengiriman barang tanpa ada biaya tambahan. Fasilitas gratis ongkir ini juga menjadi daya tarik promosi bagi konsumen, dimana secara umum pembeli cenderung lebih memilih berbelanja di tempat yang menawarkan layanan pengiriman gratis,” ungkap Siwi.

Para peserta Ngobran Edisi #3 yang mendapatkan doorprize. (Foto: Istimewa)

Dalam kesempatan tersebut, Kepala OJK DIY Jimmy Parjiman menambahkan, OJK berkomitmen mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai kebijakan antara lain melalui digitalisasi penyaluran pembiayaan. Menurutnya, OJK juga mendukung perluasan ekosistem digital UMKM terintegrasi dari hulu sampai hilir, meliputi digitalisasi pengadaan bahan baku, proses produksi, pemasaran di dalam dan luar negeri sampai dukungan pembiayaan.

“OJK dan Industri Jasa Keuangan juga melakukan berbagai aktivitas pembinaan dan pendampingan kepada UMKM. Dengan dukungan tersebut diharapkan UMKM segera bangkit dan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” tandas Jimmy Parjiman.

Sementara itu, Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta Y. Sri Susilo berharap guna mendorong UMKM Gaspol: Go Digital & Go Export, pemangku kepentingan harus bersinergi dan berkolaborasi. Menurut Susilo, Perguruan Tinggi (PTN/PTS) yang memiliki sumberdaya manusia (dosen dan mahasiswa) namun minimal sumber dana, dapat berkontribusi  melalui program Abdimas, KKN serta Magang MBKM.

Sumber pendanaan dapat berasal dari CSR perusahaan dan perbankan, Diskop UKM DIY, Bank Indonesia DIY dan sebagainya. “Momentum Program MBKM seharusnya dapat digunakan oleh PTN/PTS untuk berkontribusi lebih nyata dalam mendorong UMKM Naik Kelas,” imbuh Susilo, yang juga dosen FBE UAJY dan Penggiat Pariwisata Jogja.

Seusai acara Ngobran edisi #03, kemudian acara dilanjutkan dengan pembagian cindera mata dan buka puasa bersama (bukber). Adapun Ngobran edisi #04 diselenggarakan oleh Bank BPD DIY selaku tuan rumah, untuk minggu depan. (*/ ted)