bernasnews – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY berkomitmen untuk mendukung adanya akselerasi perekonomian di Yogyakarta. Salah satu upayanya di tahun 2024 ini adalah dengan membidik 1.000 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menjadi anggota Kadin DIY.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi pada Rapimda 2023 dimana Kadin DIY ingin mendorong pelaku usaha terutama mereka yang berada di tataran UMKM untuk dapat naik kelas.
Perekrutan anggota dari UMKM itu memiliki tujuan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi DIY selaras dengan program Pemda setempat.
“Memasuki tahun 2024, Kadin DIY semakin mantap menetapkan langkah maju menjadi bagian dari mahakarya bagi ibu pertiwi yang telah adn terus memadukan citra, karsa, dan karya untuk Indonesia lebih unggul, maju, adil, makmur, dan sejahtera,” kata Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi, dalam sambutannya di acara Rapimda Kadin 2024, Sabtu (13/1/2024).
GKR Mangkubumi menuturkan salah satu kunci keberhasilan untuk meraih masa depan cemerlang adalah dengan tagline yang juga menjadi semangat baru Kadin DIY yaitu menghadirkan “Inklusif dan Kolaboratif”.
Dalam Rapimda Kadin 2024 bersama pemda provinsi serta kabupaten/kota kali ini bakal membicarakan potensi pertumbuhan ekonomi DIY dengan menelaah investor yang masuk.
Menurut dia, perlu ada kajian untuk menelaah minat investor untuk masuk, katanya, sehingga DIY bisa dimasuki investor sesuai dengan kriteria.
“Itu sangat bermakna dalam pembangunan ekonomi DIY dan nasional dengan pertumbuhan yang inklusif dan tidak ekstraktif. Keistimewaan Jogja bisa menjai role model pembangunan berkelanjutan yang memiliki karakter sosial, menghargai keberagaman dan berkebudayaan,” ujar dia.
Plh Ketua Umum Kadin Indonesia, Yukki N. Hanafi menyampaikan apresiasi kepada Kadin DIY dan Dinas UKM dan Koperasi DIY dalam Rapimda telah menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) KADIN secara simbolis kepada UMKM Mikro dan Ultra Mikro di DIY.
Yukki mengatakan 1.000 unit UMKM Mikro dan Ultra Mikro yang bakal menjadi anggota KADIN DIY diyakini untuk mempercepat mereka naik kelas.
“Keanggotaan KADIN bagi UMKM Mikro dan Ultra Mikro menjadi salah satu upaya untuk mempercepat proses akselerasi memajukan Ekonomi DIY yang didominasi UMKM,” kata Yukki.
Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut kebijakan pembangunan terhadap perekonomian DIY sekarang sedang fokus untuk mengembangkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Sultan HB X mengatakan saat pandemi Covid-19, perekonomian DIY sempat tumbuh negatif. Hal terkait aktivitas ekonomi, pariwisata dan pendidikan, yang mobilitasnya sementara dihentikan. Kini, sejalan dengan pemulihan ekonomi, roda ekonomi mulai bergerak termasuk UMKM.
Sehingga ia menyakini melalui Desa Mandiri Budaya, kegiatan ekonomi desa semakin menggeliat. Seperti diketahui Desa Mandiri Budaya terdiri atas empat pilar yaitu Desa Budaya, Desa Wisata, Desa Preneur dan Desa Prima.
“Sejalan dengan pemulihan ekonomi, maka roda ekonomi DIY harus mulai bergerak termasuk UMKM,” tandasnya. (lan)












