News  

JPSM DIY Merti Bumi Gelar Saresehan dan Evaluasi Kinerja 2023

Sebagian peserta saresehan dan evaluasi kinerja JPSM DIY Merti Bumi foto bersama, di lokasi wisata Lambe Pereng, Kalurahan Oro oro, Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. (Nuning Hargininigsih/ bernasnews)

bernasnews — Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) DIY Merti Bumi menggelar acara evaluasi kinerja dan sarasehan untuk kepengurusan yang sudah berjalan 5 tahun, bertempat di Kalurahan Oro oro, Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (30/12/2023).  JPSM Merti Bumi Lestari merupakan kelompok pengelola sampah mandiri , baik itu Bank Sampah, Sedekah Sampah dan TPS3R, dari 4 Kabupaten dan Kota se-DIY.

Hadir dalam acara itu Ketua JPSM DIY Merti Bumi Lestari Dr. Bambang Suwerda, S.St, M.Si, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLHK DIY Ninik Sri Handayani, S.Si, DLH Gunungkidul, Lurah Oro oro Sukasto, Pengurus dan Perwakilan JPSM dari 4 Kabupaten/ Kota serta  para pelaku UMKM di Kalurahan Oro oro.

Lurah Oro oro Sukasto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan pertemuan anggota JPSM DIY bertempat di lokasi wisata Lambe Pereng, Kalurahan Oro oro. “Semoga ini bisa memberikan semangat bagi warga kami untuk bisa mengelola sampah dengan baik dan benar. Sehingga menjadikan Kalurahan Oro oro menjadi destinasi desa wisata yang lebih bagus dan menarik,” ungkap dia.

Ketua JPSM DIY Merti Bumi Lestari dalam sambutannya menyampaikan permintaan maafnya lantaran kegiatan JPSM Merti Bumi Lestari kurang berjalan maksimal. Pasalnya salah satunya dengan adanya pandemi Covid -19. “Akan tetapi secara keseluruhan fungsi pengurus tetap berjalan dengan adanya  pembagian sembako dan bantuan APK pada waktu itu,” ujar Bambang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, walaupun kegiatan kurang maksimal akan tetapi JPSM eksistensinya tetap sesuai kapasitasnya. Hal itu, terbukti dengan adanya  permintaan dari Dewan (Anggota DPRD, red) agar JPSM memberikan masukan terkait rancangan Perda tentang pengelolaan sampah. Menurutnya, JPSM belum bisa mandiri secara mutlak lantaran masih mendapatkan support dari pemerintah melalui DLHK. Pihaknya berharap dengan adanya support tadi akan dapat menguatkan bagi para pengurus untuk dapat memperoleh talenta baru dalam skema proses regenerasi.

“Kami mengakui masih ada anggota dan pengurus yang tidak aktif, tetapi saya meminta bagi anggota/pengurus yang tidak aktif jangan dikeluarkan dengan harapan semoga akan tergugah hatinyanya dan akan kembali aktif kembali,”lanjut Bambang.    

Suasana sarasehan dan evaluasi kinerja yang digelar oleh Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) DIY Merti Bumi. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

Sementara, Kepala Bidang  Pengendalian Pencemaran dan kerusakan Lingkungan Hidup DLHK DIY Ninik Sri Handayani menngemukakan, bahwa permasalahan sampah menjadi semakin komplek dan tidak mudah diselesaikan karena perkembangan penduduk dan berdirinya beberapa kawasan industri.

Menurut Ninik, hal itu tentu akan menambah timbunan sampah yang seharusnya sudah dipikirkan sejak awal, sehingga pemerintah melalui DLHK  selalu mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut. “Apalagi TPA Piyungan yang sekarang sudah overload terutama sampah dari daerah pemasok sampah ke TPA Piyungan yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul (Kartomantul).

Dikatakan, dengan ditutupnya TPA Piyungan pada tanggal 16 April 2023, Pemda DIY mengeluarkan konsep pengeloaan sampah secara Desentralisasi, yaitu setiap daerah harus mampu mengelola sampahnya masing –masing secara mandiri.

“Dengan adanya pentupuan TPA Piyungan Pemda Kartomantul sudah berupaya mengantinsipasi dengan mempersiapkan solusinya, seperti di Kabupaten Sleman sudah dibangun dan sudah beroprasi TPST di wilayah Kapanewon Cangkringan dan juga telah direncakan akan disusul TPST berikutnya,” terang Ninik.

“Juga peran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri melaui bank sampah, sedekah sampah dan TPS3R akan terus dikembangkan. Terutama bagi TPS3R, pemerintah berusaha menjembatani agar ada pendampingan dari perusahaan melalui progam CSR seperti yang telah dilakukan oleh TPS3R Kalasan,” tandasnya. (nun)