bernasnews — Beberapa inovasi dan karya baru dalam bidang kuliner atau makanan olahan, telah banyak yang diciptakan oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Salah satu kreasi pangan lokal yang terbaru atau kekinian yang diluncurkan adalah ‘Garang Gepo’.
Kreasi kudapan baru berbahan dasar psang dan kelapa ini merupakan karya dari Mahasiswa KKNR8638 UNY 2023, dengan memanfaatkan sumber alam di mana mereka diterjunkan, yaitu di Pedukuhan Ngaran Kidul, Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, DIY.
Menurut Jasmina Azizi Fatihah Rahma, salah satu mahasiswa KKNR8638 UNY 2023, pembuatan Garang Gepo terinspirasi dari dari olahan pancake yang berasal dari Eropa. Sehingga timbulah ide untuk mengubahnya menjadi jajanan lokal, yang khas dan unik dengan komposisi tambahan yang berbeda dari pancake pada umumnya.
“Garang Gepo, diambil dari bahasa Jawa di mana setiap kata mempunyai arti atau makna. Garang yang berarti teknik memanggang, Gepo dari akronim Gedhang yang berarti pisang dan Klopo yang berarti buah kelapa,” ujar Jasmina.
Sementara karakteristik dari Garang Gepo sendiri merupakan kue berbentuk setengah lingkaran, yang tengahnya berisi kelapa sangrai, cita rasa bertekstur lembut dan berongga. “Memiliki rasa manis gurih, serta berwarna kuning kecoklatan yang berasal dari proses pemanggangan,” beber Jasmina.
Berikut bahan yang dibutuhkan untuk membuat Garang Gepo, 2 butir telur, 150 gram tepung terigu, 150 gram pisang (lumatkan), 130 gram gula pasir, 1 sendok teh ragi, ½ sendok teh vanila, 250 ml santan (masak dulu, dinginkan), 150 gram kelapa muda parut (dikukus), 50 gram margarin, kelapa sangrai (untuk isian).
“Untuk membuat kelapa sangrai, dengan cara menyangrai kelapa parut muda hingga setengah kering. Kemudian ditambahkan secukupnya gula pasir dan garam halus, yang selanjutnya disangrai hingga kering, setalah jadi sisihkan,” ungkap Penanggungjawab program Restu Trisnaningsih.
Lanjut Restu menjelaskan, untuk pembuatan adonan Garang Gepo, agar menyiapkan wadah kemudian masukkan telur, gula pasir dan vanili, lalu diaduk hingga gula larut dan tercampur rata. Tambahkan ragi ke dalam adonan dan mengaduknya hingga rata, kemudian masukkan terigu, santan, pisang yang telah dilumatkan serta kelapa parut muda, kemudian diaduk hingga merata.
“Adonan yang telah selesai dibuat kemudian didiamkan selama 30 menit – 60 menit. Untuk mempersingkat waktu pengistirahatan adonan agar mengembang dengan baik, wadah yang berisi adonan ditutup menggunakan kain basah dan diletakkan di bawah sinar matahari agar suhu tetap lembab,” terang Restu.
Dalam proses pemasakan Garang Gepo, langkah yang dilakukan yakni dengan memanaskan cetakan, yang kemudian diolesi margarin. Sebelum menuangkan adonan, cetakan harus dalam keadaan benar-benar panas supaya adonan dapat mengembang dengan sempurna.
Tuang adonan sebanyak 1 sendok sayur kemudian ratakan, lalu taburi dengan kelapa sangrai di atasnya. Selanjutnya tutup dan tunggu hingga kue mengembang dan muncul gelembung. “Setelah itu lipat kue menjadi setengah lingkaran, lantas dibolak-balik sambil sesekali dioles margarin, masak hingga matang,” kata Restu.
“Sementara Garang Gepo yang diberi daun pisang sebagai penghias kue. Cara memasaknya sama seperti sebelumnya, hanya saja sebelum menuangkan adonan, letakkan daun pisang yang dipotong bundar di cetakan yang telah diberikan olesan margarin. Kemudian barulah menuangkan adonan kue, tunggu hingga matang. Angkat dan sajikan,” pungkasnya. (*/ ted)











