bernasnews — Kawasan Mataram City terus menunjukkan komitmennya sebagai destinasi premium yang terintegrasi dengan layanan dan fasilitas terbaik, dengan mengangkat kearifan lokal PT. Saraswanti Indoland Development Tbk (PT SWID Tbk) menggelar acara regular, bertajuk Bazar Sabtu Legi, yang diadakan setiap pasaran (35 hari) menurut kalender Jawa. Bazar Sabtu Legi bertempat di City Walk, Mataram City Jogja, dan dibuka resmi, Sabtu (16/12/2023).
Keunikan tradisi jual-beli yang merujuk pada sistem penanggalan Jawa atau pasaran telah menjadi bagian integral dari budaya Jawa. Meskipun saat ini telah berkurang penggunaannya, beberapa pasar tradisional di DIY, seperti Pasar Kliwon Bantul, Pasar Legi Kotagede, dan Pasar Pon di Godean. “Masih tetap mempertahankan keunikan ini, menarik minat masyarakat untuk berkumpul dan bertransaksi beragam barang dagangan,” terang Wiwied A. Widyastuti, Marketing Communications Manager.
“Pekan Sabtu Legi di CityWalk, Mataram City, mewarisi keunikan ini dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran keberadaan sebuah kawasan, memperkenalkan Kawasan Mataram City kepada masyarakat luas, dan mendorong partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan,” lanjut Wiwied.
Bazaar UMKM menjadi salah satu sorotan utama dalam acara ini, memamerkan beragam produk unggulan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Inisiatif ini menjadi kesempatan emas untuk mendukung serta mempromosikan produk-produk bermutu dari para pengusaha kecil dan menengah di sekitar Yogyakarta. “Bazaar UMKM di Citywalk Mataram City adalah bukti nyata komitmen PT SWID Tbk dalam mendorong pemberdayaan UMKM,” tandasnya.
Sementara, Direktur Pemasaran dari PT SWID Tbk Ratri Paramita mengatakan, bahwa pihaknya mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi dalam Bazaar Sabtu Legi di CityWalk, Mataram City Dimana gelaran perdana hadir hari Sabtu , 16 Desember 2023, guna merasakan nuansa kebudayaan yang unik dan mendukung pengembangan UMKM lokal.
“Kami berharap acara ini tidak hanya menjadi ajang belanja, tetapi juga sarana untuk menghargai keanekaragaman budaya serta mendukung para pelaku UMKM di daerah,” ujar Ratri Paramita. (ted)












