News  

Disperindag DIY Gelar Sosialisasi Kebijakan Produk Dalam Negeri dan Sertifikasi TKDN

Anggota DPRD DIY, RB. Dwi Wahyu B, S.Pd, M.Si saat memberikan sambutan dalam acara Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Produk Dalam Negeri dan Sertifikasi TKDN, di Balai Kampung Suryoputran, Kota Yogyakarta, Kamis (30/11/2023). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.

bernasnews — Dalam mengelola usaha semacam UMKM yang utama haruslah bisa merubah mindset atau pola pikir sebagai pengusaha yakni cara berpikir dan kinerja adalah sebagai pengusaha. Demikian disampaikan oleh Anggota DPRD DIY, RB. Dwi Wahyu B, S.Pd, M.Si dalam acara Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Produk Dalam Negeri dan Sertifikasi TKDN.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, dalam rangka kegiatan Pengembangan Kreatif Lokal dan Potensi Budaya Sub Kegiatan Pengembangan Industri Kratif, bertempat di Balai Kampung Suryoputran, Jalan Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Kamis (30/11/2023).

“Sebagai pengusaha kita harus kreatif untuk membuat produk yang bisa diterima oleh pasar. Kemudian memahami aturan main pasar dan perijinan atau sertifikasi. Setelah itu, adalah kemasan (packaging) serta pemasaran,” ungkap Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY itu.

Suasana kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Disperindag DIY, di Balai Kampung Suryoputran, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews).

“Ketika itu sudah dicapai maka apa yang harus dilakukan dalam pemasaran? Produk harus disuport oleh teknologi untuk memenuhi standarisasi pasar. Juga harus mempunyai bestie berupa link, apa pun produknya suka atau tidak suka harus harus siap dalam sistem digitalisasi,” tandas RB. Dwi Wahyu, selaku inisiator kegiatan.

Sosialisasi dengan pembahasan Kebijakan Produk Dalam Negeri dan Sertifikasi TKDN, dihadiri oleh 40 warga Kampung Suryoputran, yang mewakili tiga wilayah RW 08, RW 09, dan RW 10, yang notabene bergerak dalam bidang kuliner dan kerajinan. Sementara, sebagai narasumber utama adalah Maryam Styadewi atau akrap disapa Mbak Dewi, dari Balai Kulit Kemperin RI. (ted)