bernasnews — Kata atau istilah koperasi tentu tidak asing lagi bagi masyarakat, koperasi dapat diartikan sebagai sebuah badan usaha yang beranggotakan sekumpulan orang yang kegiatannya berlandaskan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi kerayakatan yang berasas kekeluargaan.
Sementara, menurut sang proklamator yang sekaligus sebagai bapak koperasi, Mohammad Hatta mengatakan, bahwa koperasi merupakan suatu jenis badan usaha bersama yang memiliki asa kekeluargaan dan gotong royong. Menurut data Kementrian Koperasi dan UKM tercatat koperasi di seluruh Indonesia berkisar 123.048, dengan anggotnya 22 juta orang.
Koperasi pada era tahun 80 -90an pernah mengalami zaman keemasan, yang diantaranya di Kota Yogyakarta pernah berdiri Koperasi Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) pada tahun 1980. KOPTI yang beranggotakan para pengrajin tempe dan tahu ini kali pertama berkantor di Jalan Suryotomo No.60, kemudian pindah di Jalan Bintaran Kidul No.21, dan akhirnya menetap di Jalan HOS Cokroaminoto 136 Yogyakarta hingga tahun 2010an.
Hampir 43 tahun beberapa karyawan KOPTI sudah ada yang pindah kerja bahkan telah meninggal dunia, hingga tidak saling jumpa cukup lama. Dengan diinisiasi oleh Ibu Hj. Eny Martuti dan Bapak Hariyono yang merupakan karyawan awal-awal berdirinya KOPTI di era 80, diselenggarakan pertemuan semacam reuni, bertempat di Kunena Eatery Resto, Jalan Bambang Suprapto, Baciro, Yogyakarta, Jumat (29/9/2023).
Canda ria dan kangen – kangenan mewarnai obrolan mereka sembari cerita dan pengalaman masa lalu yang tidak dapat dilupakan. Dalam obrolan santai itu, Hj.Eny Martuti yang juga keluarga pemilik Resto Kunena Eatery sangat bersyukur dapat berjumpa lagi dengan teman-teman lama yang pernah bekerja dalam satu perjuangan.
“Pertemuan ini dapat menambah dan memperkuat silaturahmi dan semangat untuk tetap berkarya walau usia kita di atas 60 tahun. Kiranya semangat kebersamaan dan kekeluargaan ini terus dihidupkan dengan saling jumpa supaya tambah sehat,” ungkap Hj.Eny Martuti. (zbd)












