bernasnews — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kali ini digelar dengan sederhana namun penuh makna. Jejak langkah PMI yang tidak terpisahkan dengan sejarah rakyat, bangsa, dan negara sejak perang kemerdekaan hingga saat ini meneguhkan mandat serta cita-cita sebagai organisasi kemanusiaan yang membantu pemerintah dan menolong masyarakat.
Hal itu disampaikan oleh Ketua PMI DIY GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi saat acara Peringatan HUT Ke-78 PMI, bertempat di Markas PMI DIY, Jalan Ringoad Barat, Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (17/9/2023).
“PMI tetap menjaga mandat utamanya yaitu memberikan layanan hingga ke masyarakat yang rentan serta ada untuk menjadi mitra pemerintah dan berkolaborasi dengan mitra-mitra korporasi atau lembaga lainnya,” tutur GBPH. H. Prabukusumo, yang akrab disapa Gusti Prabu.
Selaras dengan tema Peringatan HUT ke-78 PMI ‘Menolong Sepenuh Hati’, PMI telah lama terlibat dalam tanggap darurat bencana termasuk bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim antara lain banjir, tanah longsor, badai tropis sampai dengan krisis kesehatan seperti Pandemi Covid-19. Di momentum HUT kali ini PMI berinisiasi melakukan kegiatan-kegiatan adaptasi perubahan iklim dan berkomitmen menjadi bagian dari solusi untuk bumi yang lebih baik.
“PMI DIY telah mendistribusikan air bersih sejumlah 1.265.000 liter sejak Januari sampai dengan September 2023, dengan penerima manfaat sejumlah 30.603 orang jiwa pada 9 kapanewon, 14 kalurahan di wilayah Bantul dan Gunungkidul. Kami mengerahkan 7 tangki air, truk gunner, 5 mobil pikap,” ungkap Gusti Prabu.
“Merespons dampak kekeringan di Wilayah DIY, PMI DIY meluncurkan program Siaga Tirta Aji, dengan membuka donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak. Donasi dapat disalurkan melalui Bank Mandiri dengan nomor rekening 137.000.744.959.4 atas nama Penanggulangan Bencana PMI Propinsi DIY,” lanjut dia.
Menurut Gusti Prabu, bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam melindungi diri dan sesama dengan komitmen aksi cerdas iklim (climate smart) yaitu melakukan aksi-aksi dalam keseharian untuk adaptasi perubahan iklim. Misalnya menggunakan kertas bekas, mengirimkan dokumen secara online, membawa botol minum, memelihara tanaman di rumah atau ruangan kantor.
“Juga aksi-aksi lain untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Aksi ini diharapkan dapat dimulai dilakukan dan perlahan menjadi gaya hidup setiap personel PMI maupun masyarakat,” tegas Gusti Prabu.
Mendorong PMI untuk terus menerus mengembangkan kapasitasnya, meningkatkan pelayanannya, melakukan harmonisasi langkah dengan pemerintah, para mitra, dan tentu saja dengan masyarakat di dalam tugas melaksanakan kegiatan kemanusiaan.
“Hal ini sebagai upaya nyata untuk menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan di antaranya penanganan bencana, penanganan konflik, penyediaan darah yang aman dan sehat, penanganan masalah kesehatan, sosial, serta pendidikan dan pelatihan dalam rangka pembinaan generasi muda dan tugas-tugas kemanusiaan lainnya,” beber Gusti Prabu.
Ketua PMI DIY juga berpesan kepada semua Personel PMI yang akan turut serta dalam perhelatan pesta demokrasi tahun 2024 terutama yang mencalonkan diri menjadi Kepala Daerah dan Calon Legislatif Provinsi/Kabupaten/Kota dan/atau sebagai anggota tim sukses/kampanye dalam bentuk apapun untuk mengajukan cuti kepada Pengurus PMI agar menjaga kenetralan PMI.
Sementara berbagai kegiatan dalam rangka peringatan HUT ke-78 PMI, yang telah digelar antara lain yaitu jalan sehat sekaligus aksi bersih sampah sepanjang Malioboro sampai dengan Tugu Yogyakarta serta acara tasyakuran di Markas PMI DIY, Gamping, Sleman. (*/ ted)












