bernasnews – Sebagai perusahaan outsourcing yang sudah berdiri lebih dari 20 tahun, SBC Sam ikut meramaikan HUT Ke-78 RI dengan cara yang berbeda.
Mengusung tema ‘Harmoni Hati SBC-SAM Bhakti Pada Negeri’, SBC SAM ingin berkontribusi dan berbakti pada negeri. Pihaknya menggelar berbagai acara mulai dari aneka perlombaan yang diperuntukkan untuk karyawan yang bernaung bersama SBC SAM , mengadakan bazar sembako dan UMKM yang melibatkan masyarakat sekitar hingga menggelar pelatihan pemilahan sampah yang menggandeng Ibu Jumirah dari Bank Sampah HPM (Himpunan Pemuda Muttaqin) Desa Wisata Ngoro-oro.
Direktur SBC dan SAM, Mia Pradjna Paramita meyakini bahwa pemilahan sampah dari lingkup terkecil yaitu rumah tangga dapat membantu dan mempermudah pengolahan sampah untuk dapat diurai sesuai dengan sifatnya, itulah yang menjadi alasan mengapa ada pelatihan pemilihan sampah tersebut.

“SBC SAM berusaha menjawab permasalahan yang sedang beredar di masyarakat. Menjawab permasalahan dengan memberikan solusi bagi pengolahan sampah yang bisa dimanfaatkan menjadi barang bernilai guna,” kata Direktur SBC dan SAM, Mia Pradjna Paramita, Minggu (20/8/2023).
Selain edukasi mengenai pengolahan sampah menjadi barang nilai guna, banyak kegiatan lain yang dilakukan SBC SAM sebagai bentuk baktinya pada negeri. Mia mengatakan perlombaan yang digelar itu untuk meningkatkan kekeluargaan dan sukacita antar karyawan.
Masing-masing akan membawakan lagu jingle ‘Melangkah dengan Hati’ yang merupakan jingle resmi SBC SAM. Total hadiah yang diperuntukkan pun bernilai puluhan juta rupiah.
“Selain lomba jingle untuk karyawan SBC-SAM juga mengadakan lomba untuk masyarakat umum dengan total jutaan rupiah yaitu lomba video pilah-pilih sampah rumah tangga. Lomba video pilah-pilih sampah masih bisa dilakukan hingga 31 Agustus 2023 mendatang,” ujarnya.
Mia berharap kegiatan semarak Bhakti pada Negeri ini mampu menciptakan lingkungan yang supportif dan meningkatkan kekeluargaan yang ada pada lingkup kerja SBC SAM.
Lebih lanjut, SBC SAM juga berharap dengan kegiatan Bhakti pada Negeri ini sedikit banyak dapat membantu untuk berkontribusi pada solusi permasalahan yang ada di masyarakat dan juga meningkatkan kemajuan Indonesia.

“Ini melibatkan masyarakat sekitar untuk stand bazar UMKM nya, sehingga ada dampak ekonomi,” tuturnya.
Dalam acara tersebut setidaknya ada 25 UMKM yang dilibatkan. Pemerhati UMKM, Bakti Wibowo menilai pameran menjadi sebuah langkah strategis bagi UMKM untuk naik kelas.
Namun, agar UMKM bisa bersaing juga diperlukan keunikan dari produk sehingga harus terus dikembangkan dan didorong lebih baik.
“Tadi saya lihat sekilas dari depan sampai belakang cukup beragam. Ini sudah cukup mewakili UMKM itu, namun perlu digiatkan dan digerakkan, mereka tidak bisa sendirian. Jadi harus kita bantu siapa yang kuat mengangkat yang kurang kuat, bisa bergerak bersama,” katanya.
“Nanti dalam suatu pameran tertentu, mungkin ada econya atau oh ini tampilannya harus lebih menarik dengan ditambahkan apa. Kalau dari pemasaran nya perlu dibantu dengan media, bisa dengan diliput bisa dengan diworo-woro,” pungkasnya. (lan)












