News  

Sambut HUT RI, Insan Karima Yogyakarta Berikan Bantuan Donasi untuk Dhuafa

Yayasan IKY memberikan santunan untuk anak yatim. (Foto : Istimewa)

bernasnews – Menyambut peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 78, Yayasan Insan Karima Yogyakarta (IKY) kembali mengadakan kegiatan sosial di Hargotirto, Kokap Kulonprogo beberapa waktu yang lalu.

Dalam kegiatan itu, Ketua Yayasan Insan Karima Yogyakarta (IKY), Eko Prayitno memberikan donasi kepada sejumlah anak yatim. Dimana penyerahan donasi pertama diberikan kepada Justin Malvino yang merupakan warga Tirto RT. 38, RW.16 Hargotirto, Kokap, Kulonprogo.
Donasi yang diberikan dari IKY berupa uang seragam sekolah senilai Rp 1,2 juta, sepatu, tas, buku 2 pack, alat tulis, beras.Sementara donasi yang kedua diberikan kepada Agung Teteki, warga Tirto, Hargotirto, Kokap, Kulonprogo berupa uang untuk membayar sekolah Rp. 500.000,-, tas, sepatu, buku 2 pack, alat tulis.

Keadaan keluarganya kurang mampu, hidup menumpang saudara ibunya. Ayahnya meninggal dari ambir air nira.

“Hamba- hamba Alloh SWT yang telah mengamanahkan kepercayaan dinasi buat dek Vino dan dek Agung semoga bermanfaat, menjadi amal jariah , ibadah dan meringankan beban adek- adek kita juga sebagai semangat buat menuntut ilmu,” kata Ketua Yayasan Insan Karima Yogyakarta (IKY), Eko Prayitno, dalam keterangan yang diterima, Jumat (11/8/2023).

Eko juga mengucapkan terima kasih kepada semua relawan IKY yang sudah berpartisipasi dan meluangkan waktu, pikiran, tenaga untuk mensukseskan program santunan Anak Yatim Piatu semoga menjadi pemantik, penyemangat, kepedulian terhadap sesama lingkungan.

Eko berharap kegiatan sosial ini akan senantiasa berkesinambungan, bersinergi dengan pihak- pihak terkait dan akan menyasar ke pelosok- pelosok desa yang mungkin tak terjangkau atau belum tersentuh.

Indahnya berdakwah lelahnya menjadi illah, tuturnya.

LebIh lanjut, Ia menambahkan, kegiatan sosial ini sekaligus menjadi semangat baru untuk menyongsong Kemerdekaan RI ke- 78 diisi dengan hal- hal yang positif, saling membantu, bersyukur dan peduli terhadap lingkungan dan pendidikan.

Dengan keprihatinan dalam pendidikan, IKY hadir untuk motivasi sebagai pemacu agar pendidikan itu tak cuma dalam akademi tapi mental juga kepekaan sosial.

Kemerdekaan tidak berhenti hanya lepas dalam belenggu penjajah, tapi gimana kita mampu menjaga, merawat dan mengisi kemerdekaan itu, sebagai bentuk Cinta Tanah Air, Bangsa dan Negara,” pungkasnya. (lan)