bernasnews –- Pilah sampah agar menjadi berkah bukan hanya sebuah jargon semata namun adalah kenyataan. Hal ini dibuktikan oleh pengurus Bank Sampah Surya Indah (BSSI) RW 08 Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta.
Pasalnya dengan adanya kebijakan penutupan sementara TPA Piyungan, Bantul oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, nasabah bank sampah yang aktif menyetor sampah jadi meningkat secara signifikan, yang artinya omzet penghasilan pun meningkat.
“Setiap buka operasional nasabah BSSI yang aktif setor sampah bisa dikata hanya berkisar 25 – 28 orang. Namun hari ini, jumlah nasabah yang setor ada 40 orang, bahkan ada tambahan nasabah baru dua orang dari RW tetangga,” jelas Ketua BSSI RW 08 Suryoputran Leonarda Pinahayu, didampingi Bendahara Hj. Sri Mulyani, saat ditumui bernasnews, di tempat penimbangan, Jalan Pesindenan, Suryoputran, Sabtu (29/7/2023)
BSSI RW 08 Suryoputran didirikan pada tanggal 27 April 2013, hingga kini tetap operasional meskipun hanya sekali setiap bulannya. “Mengingat kondisi pengurus yang terbatas dan sepuh-sepuh. Juga ketergantungan pada lapak. Awal berdiri adalah dari gagasan sekelompok ibu-ibu PKK RW 08 Suryoputran,” imbuh Angkatri, Bagian Penimbangan BSSI.
Dalam kegiatan setor dan penimbangan oleh BSSI tersebut dihadiri dan dipantau oleh Faskel Bank Sampah Kelurahan Panembahan Joko dan Harti. Juga dikunjungi oleh Purnama, SE, yang pernah menjabat sebagai Lurah Panembahan kala BSSI didirikan, yang setelah pensiun sebagai PNS ia kini mengabdikan dirinya untuk masyarakat melalui jalur politik.
“Sungguh salut dan hebat, ibu-ibu pengurus BSSI RW 08 Suryoputran hingga kini masih konsisten melayani nasabah atau warga setempat terkait sampah pilah. Disamping bisa menambah pendapatan warga, tentunya kegiatan ini sangat membantu pemerintah dalam pengurangan volume sampah di TPA,” ujar kader partai berlambang pohon beringin itu. (ted)












