14 Kemantren kota Yogyakarta Ramaikan Macapat Tatag Teteg Tutug di Taman Pintar

Gelar Macapat Tatag Teteg Tutug di Taman Pintar Yogyakarta. (Foto : Wulan/ bernasnews)

bernasnews – Sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan seni macapat, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta kembali menggelar Pentas Macapat Tatag Teteg Tutug.

Kegiatan Macapat itu akan digelar selama tiga hari berturut-turut sejak Senin (29/3/2023) hingga Rabu (31/5/2023) mendatang, di Hall Phytagoras Taman Pintar Yogyakarta.

Kepala Disbud Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan, tema yang diambil itu diangkat dengan harapan agar dapat menumbuhkan mental yang kuat di kalangan masyarakat Yogyakarta, terlebih dalam hal pelestarian budaya.

“Hal ini bisa diartikan kuat mental menjalani tantangan, konsisten untuk terus teguh dalam pendirian dan tanggung jawab sampai tuntas dalam mengerjakan sesuatu,” kata Kepala Disbud Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, Selasa (30/5/2023).

Yetti menambahkan macapat telah menjadi salah satu kekayaan intelektual masyarakat Jawa yang perlu terus dipertahankan dan diselaraskan dengan perkembangan zaman.

Hal ini pula yang menjadi alasan pihak Kundha Kabudayan rutin menggelar agenda itu.

Kepala Disbud Kota Yogyakarta, Yetti Martanti. (Foto : Wulan/ bernasnews)

“Sejak awal kemunculannya, berbagai jenis tembang macapat dan cara pelantunannya sudah kasarira dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya”Tidak mengherankan jika pada zaman dahulu, sering kita temui orang bekerja sambil rengeng-rengeng (bersenandung),” sambungnya.

Dalam kegiatan ini, setidaknya ada 200 pelestari sastra lokal Macapat dari 14 Kemantren di kota Yogyakarta melantunkkan donga tolak bala dalam bentuk Tembang Pangkur.

Mereka hadir mengenakan busana tradisional Gagrak Ngayogyakarta Jangkep. Serat Piwulang Patraping Gesang dalam bentuk Tembang Dhandhangula, Kinanthi dan Mijil. Selain itu juga dibawakan, gendhing-gendhing dolanan seperti Ilir-Ilir, Gundhul-Ghundul Pacul, lancaran Milangkori, lancaran Kuwi Apa Kuwi, dan lancaran Mbok-Ya Mesem.

Kemudian dilanjutkan dengan Pandonga Murih Raharjaning NKRI dan setelahnya ditutup dengan Sekar Pangkur Segara kidul.

Sementara Ratun Untoro mengapresiasi agenda Gelar Macapat itu. Menurutnya, gelaran itu menjadi bentuk perhatian, dukungan, dan keterlibatan Pemkot Yogyakarta dalam pembinaan, pelindungan, dan pelestarian macapat.

“Pergeseran macapat dari nafas kehidupan menjadi sebuah ilmu pengetahuan bisa dipandang sebagai keunggulan sekaligus kelemahan yang perlu kita pikirkan bersama,” tandasnya. (lan)