Pelaku IKM Didorong Tingkatkan Value dan Nilai Ekspor untuk Gaet Konsumen Yang Lebih Luas

Pembukaan pameran Indonesia Tourism and Trade Invesment Expo 2023 Prioritas Yogyakarta. (Wulan/ bernasnews)

bernasnews – Pemerintah Daerah DIY bersinergi dengan PT. Furindo Artha Mas untuk kembali membuka peluang investasi dan mempromosikan produk-produk unggulan yang ada di setiap daerah melalui gelaran pameran Indonesia Tourism and Trade Invesment Expo 2023 Prioritas Yogyakarta.

Setidaknya hampir 20 peserta yang mengikuti pameran yang digelar di Sleman City Hall Yogyakarta selama tiga hari pada 25-28 Mei 2023 itu. Masing-masing pelaku Industri Kecil Menengah itu berasal dari berbagai provinsi yang berbeda dan berkumpul di satu wadah untuk saling berinteraksi dengan pengunjung yang datang.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY, Yuna Pancawati, mengatakan pameran itu menjadi ajang yang tepat untuk mempromosikan seluruh produk yang ada di IKM.

Maksud dari acara Tourism & Trade Investment Expo Prioritas Yogyakarta itu adalah agar jejaring pasar tumbuh semakin kuat pada potensi produk dan jasa di sektor IKM, UMKM ,ekonomi kreatif dan pariwisata, investasi dan produk ekspor.

“Jangan sampai konsumen itu berkeinginan untuk (membeli) produk-produk branded. Jadi, di sini kami ingin mengajak masyarakat untuk bisa cinta produk dalam negeri,” kata Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY, Yuna Pancawati, Kamis(25/5/2023).

Yuna menyebut Pemda DIY sendiri memiliki fokus pengembangan ekonomi kreatif terhadap 17 sektor. Beberapa di antaranya yang hadir di pameran ini terlihat ada dari sektor fashion, kuliner, kerajinan dan investasi.

Guna meningkatkan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, maka seluruh daerah diminta ikut ambil bagian untuk mempromosikan masing-masing daerah guna minat dan kemudahan para calon investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Yuna menilai respon dunia usaha terhadap peluang investasi yang ditawarkan, terbukti dengan realisasi investasi yang telah melebihi target. Capaian tersebut menjadi pemacu untuk terus memberikan yang terbaik pada para calon investor, salah satunya dengan memperbaiki iklim usaha.

Dengan begitu, Yuna berharap pameran itu bisa membawa hasil baik bagi para pelaku usaha serta membuka peluang investor masuk dan bekerjasama kembali.

“Pameran ini menjadi ajang penting bagi pelaku industri untuk menjalin kemitraan untuk membangun jejaring bisnis dan mengekplorasi peluang bisnis. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk belajar untuk berbagi dan menginspirasi satu sama lain,” ujarnya.

Di sisi lain, Yuna juga menyinggung soal kondisi ekspor produk dari tahun ke tahun. Menurutnya ekspor produk dari DIY itu selalu mengalami peningkatan bahkan angka kenaikan nya cukup signifikan.

Sejauh ini, ekspor DIY ke berbagai negara itu masih ditopang dengan keberadaan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor kerajinan, dan perusahaan ekspor. Setidaknya 20 persen dari 95 ribu pelaku IKM di DIY sudah masuk skala ekspor.

“Kenaikan kurang lebih sekitar 3 persen sendiri untuk target di tahun 2023 ini,” jelasnys.

“Mebel kemudian kerajinan kemudian produk fashion kemudian juga kerajinan kulit dan kerajinan kayu. Nah itu adalah produk-produk unggulan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta,” tandasnya. (lan)