News  

BSSI RW 08 Suryoputran Peringati HUT Ke10, Ketua Kampung: Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlas untuk Kemajuan Bersama

Ketua Kampung Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE saat menyampaikan harapannya usai pemotongan tumpeng tanda syukur HUT Ke-10 BSSI. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Segenap jajaran pengurus Bank Sampah Surya Indah (BSSI) RW 08 Suryoputran menggelar acara peringatan berdirinya BSSI yang ke-10 tahun, bertempat di Pendapa Prabadikaran, Jalan Pesindenan, Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kraton, Yogyakarta, Jumat (12/5/2023).

Peringatan HUT Ke-10 BSSI RW 08 Suryoputran, yang jatuh tepatnya pada tanggal 27 April 2023 itu dihadiri oleh puluhan anggota atau nasabahnya. Juga hadir Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, SH, MSI, Ketua Kampung Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE, Ketua RW 08 Suryoputran Tirto Hartono, S.Pd beserta jajaran, serta Ketua RT se-RW 08 Suryoputran.

Dalam sambutannya, Ketua BSSI Leonarda Pinahayu mengatakan, bahwa usia 10 BSSI bisa dibilang usia yang masih kanak-kanak, ibarat anak sekolah masih duduk di kelas 4 atau 5 Sekolah Dasar. Sehingga BSSI masih tetap membutuhkan dukungan agar tetap eksis ikut serta berperan dalam pengelolaan sampah di wilayah RW 08 Suryoputran.

“Terlebih pada saat ini Pemerintah Kota Yogyakarta sedang hangat-hangatnya menggalakan program pengurangan sampa anorganik, yang kita kenal dengan sebutan Gerakan Zero Sampan Anorganik (GZSA),” ungkap Pipin, sapaan akrab Leonarda Pinahayu.

Ketua RW 08 Suryoputran Tirto Hartono, S.Pd memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas terselenggaranya acara HUT Ke-10 BSSI. “Kami sungguh salut BSSI masih tetap eksis hingga kini, dari kepengurusan RW yang telah berganti, pengurus BSSI tetap solid melayani hingga kini,” ujar Tirto.

Menurut pensiunan guru ini, bahwa dalam berorganisasi ataupun berusaha pasang-surut itu hal yang biasa. Apalagi dalam kegiatan sosial nir laba seluruh pengurusnya bisa menyesuaikan satu dengan lainnya, namun BSSI dalam setiap bulannya masih bisa konsisten buka kecuali saat pandemi tahun lalu.

Sementara itu, Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, SH, MIP mengemukakan, bahwa kalau kita cermati persoalan sampah itu sangat kompleks. Setiap rumah tangga tak dipungkiri adalah penghasil sampah. Selain itu, setelah dilakukan pencermatan ternyata sampah juga dihasilkan dari luar wilayah yang ternyata volume juga lumayan besar.

“Terkait dengan kondisi TPA Piyungan yang telah diperpanjang usia teknisnya, tapi kita harus tetap intens dan perfect untuk mengolah sampah seko ngomah. Jadikan budaya atau prilaku kita bersama, jangan sampai pupus,” RM. Murti berharap.

Dikatakan, selain sampah dari rumah tangga juga ada sampah dari pelaku usaha yang ada di sekitar kita. Wilayah kota sangat jauh beda dengan kabupaten-kabupaten di DIY. “Wilayah mereka masih ada tempat untuk bikin jugangan (tempat) sampah, bahkan masih bisa membakar sampah. Kalau wilayah kita bakar sampah bisa terkena pasal,” pungkas RM. Murti.

Jajaran pengurus Bank Sampah Surya Indah (BSSI) RW 08 Suryoputran foto bersama sebelum acara peringatan HUT Ke-10 BSSI, Jumat (12/5/2023). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.

Acara peringatan HUT Ke-10 BSSI meskipun dikemas dengan sederhana namun tetap tampak meriah. Tradisi potong tumpeng sebagai ungkapan selamat dilakukan oleh Ketua Kampung Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE yang didampingi oleh seluruh Ketua dan Pengurus BSSI.

Potongan tumpeng diserahkan kepada Ketua RW 08 Suryoputran Tirto Hartono, S.Pd yang didampingi oleh Sekretaris RW 08 Listyo dan Bendahara RW 08. H Ir. Bambang Nur Prasetyadi. Kemudian acara ditutup dengan pemberian penghargaan bagi nasabah terajin dalam penimbangan, serta pembagian puluhan door prize.

“Pengurus BSSI untuk memajukan organisasi tidak hanya dituntut kerja keras, namun juga kerja cerdas dan ikhlas. Kerja cerdas yaitu berupaya cari inovasi-inovasi untuk peningkatan penghasilan para nasabahnya, kerja ikhlas karena tidak digaji namun tentunya akan mendapat balasan dari Tuhan,” pesan Ketua Kampung Suryoputran. (ted)