BERNASNEWS – Manusia disibukkan dengan berbagai macam aktivitas individu baik pekerjaan, sekolah, dan lain sebagainya. Kerap kali dirasakan tak ada jeda waktu untuk istirahat bagi diri sendiri.
Seorang seniman di Yogyakarta, John Raymond menyoroti hal ini. Menurutnya, di era sekarang ini seseorang perlu mengambil jeda untuk dirinya sendiri. Ia pun menuangkannya ke dalam canvas di mana lukisannya itu dipamerkan di sebuah galeri di Yogyakarta.
“Selama mengerjakan karya, saya menemukan dikotomi kendali. Ada yang dikendalikan tapi ada yang tak bisa dikendalikan. Diri sendiri bisa dikendalikan namun alam tidak bisa dikendalikan,” ujar John Raymond di Lav Galery, Sabtu (6/5/2023).
Bertajuk ‘Ataraxia’ yang berarti ketenangan jiwa, ia ingin mengajak pengunjung untuk memaknai artinya jeda sejenak untuk mencari ketenangan dalam hidup.
“Dari ataraxia ini saya ingin menyampaikan pesan, dalam hidup tidak apa – apa kita istirahat, kita punya jeda. Justru waktu istirahat, hari kita diisi kembali, dari ketenangan dapat menimbulkan kepenuhan,” ujarnya.
Saat melukis, ada goresan dan warna yang awalnya ingin ia ciptakan di kanvas. Akan tetapi saat dilakukan, ada sejumlah garis tak terduga yang tak bisa dikendalikannya.
“Sama seperti hidup, yang bisa dikendalikan itu diri sendiri tetapi orang lain atau alam tak bisa dikendalikan,” tuturnya.
Berbeda dengan seniman abstrak pada umumnya yang cenderung melukis canvas secara penuh, John Raymond justru menyisakan ruang kosong.
“Pameran ini tentang sosok diri saya yang introvert, pencarian tentang keheningan. Meskipun di tempat kosong, saya tetap bisa menikmatinya,” katanya












