bernasnews – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtatama Kota Yogyakarta menetapkan hari jadi dan peluncuran buku Air Minum Untuk Republik pada Sabtu (6/5/2023).
Penetapan hari jadi ini dilakukan setelah adanya evaluasi usai dilakukan riset sejarah oleh tim peneliti yang menyebut perusahaan daerah ini terbentuk pada 1 Januari 1926 bukan 1 Agustus 1918.
Direktur Utama PDAM Tirtatama Kota Jogja, Majiya mengatakan sebuah tanggal perkiraan sebelumnya itu dipilih tanpa adanya basis penelitian. Oleh karenanya, penetapan hari jadi yang baru ini dibarengi dengan penerbitan buku yang berisi sejarah awal mula perusahaan air minum yang dikelolanya tersebut.
“Latar belakang kami menggali sejarah ini karena bagi kami sejarah ini penting, agar memberikan kesadaran masyarakat bahwa kebutuhan air di Jogja terpenuhi sejak era kolonial,” kata Direktur Utama PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Majiya, Sabtu (6/6/2023).
Adanya perubahan tersebut menjadikan usia PDAM Tirtamarta Yogyakarta lebih mudah 7 tahun. Majiya menyebut riset sejarah ini dilakukan oleh tim ahli yang berkompeten di bidangnya.
Melalui penetapan hari jadi dan peluncuran buku tersebut, Majiya berharap PDAM Tirtatama Yogyakarta dapat semakin memberikan layanan maksimal ke masyarakat.
“Sebelumnya perayaan hari jadi PDAM Tirtatama itu pada 1 Agustus dimana diketahui jika mengacu penanggalan itu umurnya 105 tahun, tapi setelah riset diketahui ternyata terbentuk pada 1 Januari 1926 sehingga umurnya menyusut jadi 97 tahun,” terangnya.
“Ini jadi semangat kami, agar semakin sukses kedepan tanpa melupakan jejak masa lalu,” harapnya.
Ketua tim riset penetapan hari jadi PDAM Tirtatama Yogyakarta, Dr. Sri Margana, M. Hum, M. Phil menjelaskan risetnya didasari oleh berbagai arsip yang ada.
“Kami menemukan koran era kolonial yang terbit pada 1 Januari 1926 memberitakan penunjukan kepala badan perpipaan Era Belanda di Jogja waktu itu, dasar penetapannya peristiwa bersejarah itu,” jelasnya.
Sementara alasan didirikannya perusahaan air minum di masa pemerintahan kolonial Belanda itupun berawal dari adanya tragedi kekeringan yang melanda wilayah Jetis pada abad ke-20.
Sehingga membuat Pemerintah Kolonial Belanda bersama Kraton Yogyakarta mencetuskan ide untuk membuat instansi layanan pemenuhan sumber air minum di Kota Yogyakarta.
“Setelah air mulai mengalir, pada 1 Januari 1926 secara resmi dilantik lah Dirut PDAM pertama, yakni Ir. S. Riis. Maka 1 Januari 1926 itu, ditetapkan sebagai hari jadi PDAM Tirtamarta,” paparnya
Pejabat Wali Kota Jogja Sumadi yang hadir turut mengapresiasi langkah penetapan hari jadi dan peluncuran buku tersebut.
“Penting untuk diapresiasi agar mengingatkan juga bahwa air ini dari waktu kapanpun jadi hal penting, jadi hal yang harus dipenuhi, supaya jadi motivasi juga untuk terus memberikan layanan terbaik,” katanya.
Sumadi yang meresmikan penetapan hari jadi PDAM Tirtatama secara simbolis ini berharap agar peningkatan selalu dilakukan di setiap zaman dengan menyesuaikan tantangannya.
“Sejarah jalan sejarah, sudah teruji dapat melewati berbagai tantangan ini perlu ditingkatkan agar layanan juga makin luas dan baik,” tandasnya. (nun/ lan)












