News  

Finalis Diajeng Kota Jogja 2023: Siap Kembangkan Pariwisata dan Budaya Kota Yogyakarta

Tugu Pal Putih salah satu ikon pariwisata Kota Yogyakarta, sekadar ilustrasi. (Foto: Dok. bernasnews)

bernasnews — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya berkesempatan hadir dan melakukan Penyematan Selempang Finalis Dimas Diajeng Kota Jogja 2023, bertempat di halaman Kantor Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Jumat malam (5/5/2023).

Acara tersebut dihadiri oleh 30 peserta Finalis Diajeng Kota Jogja 2023, tamu undangan. Juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko beserta jajarannya.

Sekda Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya mengemukakan, bahwa Dimas Diajeng merupakan satu hal yang dari tiap pribadi akan berlaku seterusnya. Dan bukan sebatas kontestasi saja, tapi ini merupakan ajang untuk mengkonstruksikan karakter manusia Kota Jogja.

“Ketika sudah menjadi bagian dari Dimas Diajeng maka akan berlaku seterusnya, bukan hanya sesaat, untuk ikut berperan membangun karakter masyarakat Kota Jogja yang mampu menangkap setiap dinamika yang terjadi,” kata Aman Yuriadijaya, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Lebih lanjut Aman Yuriadijaya menambahkan, bahwa sesuai dengan semangat Dimas Diajeng Kota Jogja yaitu muda, dinamis, dan berbudaya. “Maka inilah yang kita upayakan bersama, menangkap tiap perkembangan yang terjadi di lingkungan sekitar, ikut mendukung pembangunan Kota Jogja, dan terus melestarikan nilai-nila budaya, serta warisan budaya benda dan tak benda,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengungkapkan, para finalis Dimas Diajeng terpilih akan segera mengemban amanah menjadi duta wisata dan budaya periode 2023 hingga 2025, yang siap membawa dan memberikan kontribusi positif untuk pariwisata Kota Jogja.

“Dari 121 pendaftar telah melalui berbagai seleksi, mulai dari administrasi, psikotes dan wawancara pada bulan Maret dan April 2023. Terpilih 30 finalis yang akan mendapatkan materi public speaking, tata busana, make up, tepo seliro, serta budaya dan Bahasa Jawa. Kemudian akan tampil pada acara puncak pemilihan Dimas Diajeng pada Juni mendatang,” bebernya.

Dikatakan, melalui kegiatan ini adalah salah satu cara untuk mewadahi generasi muda yang peduli, akan pariwisata dari kebudayaan Kota Jogja, sekaligus bertujuan membentuk karakter generasi muda yang dinamis dan berbudaya.

“Dimas Diajeng Kota Jogja 2023 diharapkan dapat menjadi ikon, yang nantinya akan membawa citra positif bagi wisata dan budaya Kota Jogja, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sehingga Kota Jogja dapat semakin dikenal secara luas,” pungkasnya. (ted)