bernasnews – Kota Yogyakarta bisa disebut sebagai kota yang syarat akan budaya, yang terus menjaga sejarah budaya serta menujukkan potensi dan eksistensi disaat moment libur lebaran. Untuk itulah Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menggelar Festival Kampung Wisata nJeron Beteng, di Alun – alun Kidul, Yogyakarta.
Salah satu dari giat Festival Kampung Wisata nJeron Beteng tersebut adalah Festival Topeng yang diikuti oleh 300 orang penari yang berasal dari 3 kelurahan yaitu Kadipaten, Patehan dan Panembahan.
“Pemerintah Kota Yogyakarta memang mencoba meningkatkan daya tarik pariwisata, dalam rangka untuk mengikat lebih lama lagi kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta. Melalui momentum lebaran ini, jadi kita selenggarakan di tanggal 30 April ini. Dan ini akan menjadi festival tahunan di libur lebaran,” terang Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko, kepada wartawan disela acara, Minggu (30/4/2023).
Dikatakan, dengan tujuan agar semakin lama, semakin besar belanja wisatawannya dan semakin banyak wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta. “Ini penyelenggaraan yang pertama kali, menjadi embrio agar even ini bisa dilaksanakan secara anual tiap tahun dengan berlokasi di wilayah nJeron Beteng. Dengan tema yang paling mendasar adalah Topeng harapanya bisa menambah daya tarik kota Yogyakarta,” ucapnya.
Kegiatan tersebut telah mendapatkan dukungan dari Keraton Yogyakarta, khususnya GKR Bendara yang hadir di lokasi dan sempat keliling memantau destinasi wisata di beberapa tempat yang menjadi unggulan wisata
“Sugeng Riyadi kepada masyarakat Jogja Festival nJeron Beteng, acara ini semoga bisa menjadi pengenalan terhadap kampung wisata yang ada di dalam keraton, di dalam beteng maupun diluar beteng yang ada di kota Yogyakarta,” papar Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wirajen, yang biasa di sebut GKR Bendara pada sambutannya.
Lanjut Putri Sultan HB X ini mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan menyambut lebaran yang cukup panjang, yang telah terdistribusi ke beberapa kabupaten/ kota se DIY, yang memang sudah lama dinantikan selama libur lebaran yang sudah tertunda beberapa tahun lantaran pandemi.
“Salah satu visi dari Gubernur adalah bagaimana peningkatan ekonomi berasal dari kampung wisata maupun desa wisata. Kalau desa wisata lain punya pemandangan sawah, gunung, pantai. Sementara apa yang dimiliki kampung wisata kalau bukan heritage dan warganya yang istimewa,” bebernya.
Tentunya tadi pagi juga sudah membuktikan, dengan berjalan kaki naik sepeda dari jam 8 pagi sampai selesai jam setengah dua. Itu luar biasa hanya di dalam nJeron Beteng, bayangkan kalau bisa diperluas maka wisatawan pun bisa menikmati lebih luas lagi sambil memberikan informasi yang tentunya memang sudah ada sejak lama.
“Festival kampung wisata di nJeron Beteng ini adalah kesempatan bagi masyarakat dan juga wisatawan yang datang ke Jogja untuk mengenal lebih jauh apa sih kampung wisata yang dimiliki oleh masing-masing kampung. Banyak paket yang bisa ditawarkan seperti paket wisata jalan-jalan, naik sepeda, batik dan ada lagi paket ngewiru,” sebutnya.
Lanjut GKR Bendara menjelaskan, hal itu menjadi ciri khas warga masyarakat dan kampung wisata yang berada di Kota Yogyakarta. Itulah yang menjadi nilai plus yang tidak bisa didapatkan wisata Jogja di daerah lainnya. Pasalnya hanya ada di Kota Yogyakarta. “Selamat menikmati liburan, mau liburan di manapun di Jogja kami sangat berterimakasih karena sudah meningkatkan perekonomian kita. Tentunya jangan lupa untuk belanja UMKM Jogjakarta,” ujarnya. (Leni Sulistyaningsih)












