bernasnews — Kemuliaan manusia itu terletak di hati. Maka setiap insan harus selalu menjaga kebaikan hatinya untuk tidak dikotori dengan rasa benci kepada sesama misalnya.
“Melalui syawalan Idul Fitri kita berikrar saling memaafkan dan dengan bersalaman kita membuka lembaran baru dalam kehidupan bersama. Maka setelah syawalan jangan masih menyisakan rasa kecewa karena akan mengotori hati kita,” kata Ustad H. Sholehuddin Mansyur, M.Ag. dalam acara Syawalan 1444 H Keluarga Besar ATAS (Among Trah Alibasah Sentot) di kediaman Kanjeng Gondohadiningrat, Jalan P. Wirosobo UH 6/643 Yogyakarta, Kamis (27/4/2023).
Acara syawalan ini dibuka oleh Ketua ATAS Kanjeng Gondohadiningrat, sambutan ketua panitia Wahyuno, dan ikrar syawalan dipimpin Suryo Putro. Agenda tahunan yang dipandu Mas Tri ini berlangsung semarak dan dimeriahkan doorprize yang dikoordinir oleh Titik Margono. Hadir anggota trah dari Yogyakarta dan beberapa kota lainnya.
Pada bagian lain, Ustad Sholehuddin mengajak anggota Trah ATAS untuk terus menjaga kemuliaan Eyang Alibasah Sentot dengan kemurnian hati dan sikap baik diri sendiri masing-masing.
“Orang-orang baik itu akan diberi karunia tempat di surga. Apa ciri-ciri orang baik? Pertama, membalas kebaikan terhadap orang yang bersikap buruk kepada kita. Kedua, mau meminta maaf kepada orang yang berbuat salah kepada kita. Ketiga, mau menyambung tali silaturahmi. Keempat, senang memberi sesuatu kepada orang yang pelit. Intinya, hendaklah kita selalu bersandar kepada Tuhan dan bukan kepada sesama manusia. Karena berkah dari Tuhan sampai 700 kali lipat,” katanya.
Pada kesempatan ini, Ustad juga mengingatkan untuk memahami filosofi tentang syawalan, salaman, lontong, kupat, dan ritual lain dalam kehidupan. (mar).












