News  

Setelah Vakum Tiga Tahun, Warga Kampung Suryoputran Kembali Gelar Acara Syawalan

Suasana saling maaf memaafkan dalam acara Syawalan dan Halal bi halal antar warga RT 26 Suryoputan, Jumat (21/4/2023). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.

bernasnews – Setelah mengalami kevakuman beberapa tahun lantaran pandemi Covid-19 serta telah dilonggarkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat oleh pemerintah, warga RT 26 Suryoputran kembali menggelar acara Syawalan dan Halal bi halal Idul Fitri, bertempat di Pendapa Probodikaran, Suryoputran, Yogyakarta.

Hadir sejumlah puluhan warga RT 26 Suryoputran, baik muda maupun orang tua. Kegiatan serupa juga diselenggarakan oleh Takmir Masjid Wiwarajati Suryoputran bagi jamaah usai pelaksanaan Salat Idul Fitri 1444 H, di masjid setempat, Jalan Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, Jumat (21/4/2023).

Ketua RT 26 Suryoputran GBW. Imam Karneni mengemukakan, bahwa semenjak kebijakan PPKM dicabut oleh pemerintah maka kegiatan kemasyarakatan di wilayahnya telah diselenggarakan kembali. Sebelum acara syawalan warga, kegiatan semacam arisan, pos yandu lansia, dan kegiatan paguyuban yang ada di kampung telah kembali dilaksanakan.

Dari Kiri, Ketua RT 26 Suryoputran GBW. Imam Karneni, Ketua Kampung Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE, Ketua RW 08 Suryoputran Tirto Hartono, S.Pd, dan Tokoh Sespuh Kampung Suryoputran Marwito saat menghadiri acara Syawalan Warga RT 26 Suryoputran. (Tedy Kartyadi/ bernasnews).

“Seperti kegiatan syawalan untuk saling maaf memaafkan antar warga ini telah kami lakukan sejak belasan tahun lalu, vakum atau berhenti semenjak ada pandemi Covid-19. Sumber pendanaan untuk kegiatan oleh warga dan untuk warga seluruhnya,” katanya.

Lanjut Imam menjelaskan, giat syawalan selain menjadi agenda tahunan untuk silaturahmi warga secara keseluruhan juga sebagai bentuk toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. “Kami sebut sebagai bentuk toleransi lantaran yang mempersiapkan segala sesuatunya adalah warga non muslim. Sementara warga yang muslim agar dapat menjalankan ibadah salat ied dengan khusuk sebab pelaksanaan Syawalan pagi itu juga usai sala ied,” tandasnya.

Suasana acara Syawalan Warga RT 26 Suryoputran, di Pendapa Probodikaran, Kampung Suryoputran, Yogyakarta, Jumat (21/4/2023). Foto: Kiriman Yoyok Hartoyo.

Ketua RW 08 Suryoputran Tirto Hartono, S.Pd mengapresiasi kegiatan warga RT 26 yang telah menjadi agenda tahunan sejak belasan tahun lalu. “Kami sangat mengapresiasi acara syawalan, yang selalu diselenggarakan secara rutin tahunan oleh sat-satunya RT yang ada di wilayah RW 08 Suryoputran. Hal ini merupakan bukti kerukunan dan keguyuban warga,” kata Tirto.

Pihaknya juga berharap agar tradisi yang baik ini bisa dipertahankan, serta dapat ditiru oleh RT-RT yang ada di wilayah RW 08 Suryoputran, khususnya dan Kampung Suryoputran pada umumnya.

Hal senada dengan Ketua RW 08, juga disampaikan oleh Ketua Kampung Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE yang berkesempatan hadir menyapa warga, usai pelaksanaan syawalan bagi para jamaah, di Masjid Wiwarajati Suryoputran.

“Tradisi syawalan merupakan kearifan lokal yang harus dipertahankan sebagai media silaturahmi warga. Sebab dengan silaturahmi selain dapat memperpanjang umur juga membuka pintu rezeki,” ujar H Bandrio, yang juga sebagai Ketua Takmir Masjid Wiwarajati Suryoputran yang baru beberapa bulan dilantik. (ted)