News  

Penulis Perempuan, Terima Kasih

Sepuluh buku karya tunggal penulis perempuan yang diterbitkan MMB. (Foto : Humas MMB).

bernasnews – Kelahiran, kehadiran dan warisan RA Kartini bagi kita khususnya dalam semangat emansipasi dan karya tulis inspiratif sungguh memberikan makna. Terbukti semakin banyak generasi penerus perempuan yang tampil dalam berbagai kesempatan, bidang dan prestasi membanggakan.

“Kalau di panggung nasional kini hadir penulis perempuan inspiratif seperti Nh Dini, Dewi Lestari, Mira W, Ayu Utami, Herawati Diah, Linda Christanty, Fira Basuki, Maudy Ayunda dan sebagainya, di lingkup pendidikan, perpustakaan dan masyarakat umum juga hadir penulis-penulis perempuan.

Di momentum Hari Kartini 21 April, kami mengucapkan terima kasih kepada Kartini dan para penulis perempuan itu. Mereka hadir dalam karya-karya tulis berbagai bentuk yang inspiratif, menambah wawasan, menghibur dan memberikan kesadaran tanggungjawab kemanusiaan serta peradaban,” kata Humas Penerbit Mitra Mekar Berkarya (MMB} Agatha KM kepada bernasnews melalui WhatsApp, Jumat (21/4/2023).

Menurut dia, pihaknya juga berterima kasih atas kiriman naskah-naskah yang ditulis oleh penulis perempuan dan telah diterbitkan selama ini. Dibanding penulis laki-laki, penulis perempuan yang memasukkan naskah ke MMB mencapai sepertiganya. Ini merupakan skala yang cukup menggembirakan.

Dari sekitar 25 buah buku karya penulis perempuan yang diterbitkan dalam tiga tahun terakhir, sepuluh diantaranya adalah karya tunggal. Lima belas lainnya adalah karya kolaborasi atau antologi. Tema buku beragam, mulai dari literasi keluarga, literasi sekolah dan literasi masyarakat. Penulisnya dari kalangan ibu rumah tangga, guru, dosen, pustakawan, dan rohaniwati.

Agatha mengemukakan, kesepuluh penulis perempuan itu adalah AK Margawati yang menulis Diary Hazel Di Sini Senang Di Sana Senang, Eni Estuti Sabaryati, S.Ag., M.Pd. (Sujarwo, BA Menabur Kebaikan Menuai Kebaikan), Winarsih (Ikan Mas dan Semut Hitam, serta dua buku cergam lainnya), Nurlaelah, S.Pd. (Kekuatan Hati), Hj. Novi Endharti Ratnasari, S.Pd. (Impian-Impian).

Kemudian Muttafakun, S.Pd.SD. (Menyambut Pagi), Juriyah, S.Pd. (Gerakan Literasi Sekolah), Iin Nurlistryani, S.Pd. (Kita Beda Tapi Sama), Henny Sri Rantauwati, S.Pd., M.Pd. (Mengajar dengan Hati), dan Luisa Anin, SDP (Panggil Aku Savanna).  

“Sekali lagi, penerbit MMB dan masyarakat kiranya patut bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran dan karya-karya literasi penulis perempuan kita. Semoga kelahiran karya jurnalistik, esai dan fiksi yang inspiratif itu memberikan makna bagi kehidupan dan peradaban. Berbagai elemen harus turut membantu lahirnya penulis-penulis perempuan baru di tanah air,” kata Agatha KM. (mar