News  

Marsudirini Yogyakarta Bangun Kebersamaan dan Kekeluargaan  

Misa Paskah Bersama Siswa, Guru dan Karyawan TK, SD, SMA Marsudirini Perwakilan Yogyakarta, di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kidul Loji Yogyakarta, Rabu 19/4/2023 dipimpin oleh Rm.Ignasius Sukawalyana Pr. (Foto :Humas Marsudirini Yogyakarta)

bernasnews — Lebih kurang 850 umat terdiri dari siswa-siswi TK Mater Dei, SD Marsudirini, SMA Santa Maria beserta bapak ibu guru dan tenaga kependidikan serta Pengurus Yayasan Marsudirini Perwakilan Yogyakarta berkolaborasi mengikuti Misa Paskah Bersama di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kidulloji Yogyakarta, Rabu (19/4/2023). 

Penanggungjawab Marsudirini Perwakilan Yogyakarta Sr. M. Rachel, OSF mengemukakan, kegiatan bersama siswa, guru dan karyawan satu perwakilan itu merupakan upaya untuk membangun kebersamaan dan kekeluargaan. 

“Melalui  kegiatan bersama dapat menumbuhkan saling pengertian, saling menerima, saling memiliki hingga akan terbangun kekeluargaan atas dasar semangat kebersamaan dan semangat  persaudaraan.

Ketika semangat kebersamaan dan persaudaraan sudah semakin berkembang, maka kerjasama yang erat antarunit demi kemajuan bersama dapat diwujudkannyatakan,” kata dia. 

Humas Marsudirini Perwakilan Yogyakarta Yosef Adiwahyanta menggarisbawahi pentingya jalinan kerjasama antarsekolah di satu perwakilan. Melalui jalinan kerjasama yang erat ini memungkinkan dibangun pendidikan berkesinambungan yang akan menjadi keunggulan dan nilai plus bagi sekolah-sekolah Marsudirini Yogyakarta. 

Kristus awal dan akhir

Pada homili paskah Romo Ignasius Sukawalyana menyampaikan katekese mengenai arti beberapa lambang dalam lilin paskah. Lilin paskah yang panjangnya mencapai satu meter terdapat gambar salib, di atasnya ada simbol alpha dan di bawah kaki salib ada simbol omega yang berarti Tuhan Yesus Kristus adalah awal dan akhir dan sepanjang masa adalah milikNya. Lalu lima paku yang tertancap adalah melambangkan lima luka-luka Yesus yang berada di atas kepala, telapak tangan kanan dan kiri,  kaki dan lambung. 

“Lilin paskah dibuat panjang karena lilin ini dinyalakan setiap hari dalam kurun waktu 50 hari menandai masa paskah yang berakhir pada pesta Kenaikan Tuhan Yesus. Nyala lilin paskah menandai bahwa umat Katolik sebagai pengikut Kristus haruslah menjadi anak-anak terang, menjadi cahaya bagi sekelilingnya dengan cara hidup yang baik, jujur, bersaudara, bertanggungjawab dan mencintai sesama serta alam ciptaan Tuhan,” kata dia.

Diperoleh keterangan, petugas liturgi misa paskah bersama ini dilaksanakan oleh keluarga besar Marsudirini Perwakilan Yogyakarta. Siswa, guru dan karyawan terlibat dalam tata laksana liturgi. Paskah bersama tahun 2023 tidak diikuti oleh SMP Maria Immaculata karena bersamaan dengan pelaksanaan agenda ujian sekolah tingkat SMP. (*/mar)