News  

Paskahan Lingkungan Mateus Mejing : Damai bagi Sesama dan Alam Semesta

Romo Enos Bulu Bali, CSsR saat memberkati burung, ikan dan bibit pohon pada Misa Ekaristi Paskahan Lingkungan Santo Mateus, Mejing, Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Gamping, Sleman, DIY di Griya Monika Mejing Kidul, Gamping, Minggu (16/4/2023). (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews).

bernasnews – Sebagaimana disabdakan Yesus Kristus kepada para murid setelah kebangkitanNya yakni ‘Damai sejahtera bagi kamu’, maka tinggal dalam Kristus menghadirkan hidup damai bagi sesama dan alam semesta. Salah satu bukti nyata hidup damai itu adalah kebersamaan umat dalam mengikuti Misa Ekaristi.

Dalam Misa Ekaristi Paskah 2023 Lingkungan Santo Mateus, Mejing, Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Gamping, Sleman, DIY, Minggu (16/4/2023), tema misa diwujudnyatakan dengan pemberkatan dan pelepasan burung dan ikan, serta penanaman bibit pohon.

Demikian petikan homili Romo Enos Bulu Bali, SSsR yang memimpin Misa Ekaristi Paskahan bersama Romo Handri Eka Uma, CSsR dan pemberi pengantar misa Novianto. Suasana misa kali ini memang agak berbeda dengan suara kicauan burung di sangkar, ikan yang berenang di akuarium dan empat bibit pohon Mejing yang diletakkan di depan altar. 

“Pemberkatan burung, ikan dan bibit pohon ini menjadi komitmen nyata umat Lingkungan Mateus Mejing dalam menyesuaikan tema misa yakni Tinggal dalam Kristus : Hadirkan Damai bagi Sesama dan Alam Semesta. Burung dan ikan kami lepaskan di alam bebas dan sungai, sedangkan bibit pohon kami tanam untuk pelestarian alam. Tanaman kami pilih bibit Mejing untuk menegaskan identitas wilayah kami,” kata Novianto.

Romo Enos mengemukakan, masih adanya luka di tangan, kaki dan lambung Yesus Kristus saat menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitanNya adalah sebagai pengingat kepada umat. Bahwa adanya luka, kesangsaraan, wafat, dan kebangkitanNya adalah karena untuk menebus dosa kita. Di sisi lain, kalau kita tidak berdamai dengan sesama, berarti akan menimbulkan luka batin sesama pula.

“Yesus selalu mengajak kita untuk hidup berdamai dengan sesama dan alam semesta. Rasa damai itu terutama dapat kita rasakan melalui perayaan misa ekaristi. Ekaristi adalah puncak dan sumber kehidupan orang Katolik. Apakah kita selalu merindukan ekaristi? Semoga demikian adanya,” kata Romo Enos seraya menekankan pentingnya mewujudkan iman dalam kehidupan nyata. 

Misa ekaristi dan Paskahan Lingkungan ini berlangsung dengan khidmat dan meriah. Setelah misa ekaristi dengan iringan koor yang merdu, acara dilanjutkan dengan Paskahan Lingkungan yang antara lain diisi dengan spontanitas, kuis dan pembagian door prize. Acara dipandu oleh Vida dan Galih, Orang Muda Katolik (OMK) Lingkungan Santo Mateus Mejing. 

Sebagai rangkaian paskah, sebelumnya ketua lingkungan Leonardus Widodo, wakil ketua Andesti Emilia Titis, dan panitia paskah mengadakan kunjungan sapa kasih di beberapa umat setempat. Kepanitiaan kali ini diketuai oleh Ari Rusman. (mar)