bernasnews — Guna antisipasi jutaan pemudik yang sekedar melintas maupun mengisi masa libur lebaran ke Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) saat momentum cuti bersama dan libur Lebaran Idul Fitri 1444 H. Aparat keamanan dan Pemerintah DIY dan Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo dan Pemkot Yogyakarta didorong memastikan keamanan bagi masyarakat.
Hal itu dikemukan dan dibahas dalam forum ‘Dialog dan Buka Bersama Wartawan’ dengan Polda DIY dan unsur akademisi, bertempat, di Rumah Makan Nyonya Suharti, Gedongkuning, Kota Yogyakarta, hari Rabu, 5 April 2023.
“Penting bagi Pemda bersama TNI Polri, jaga dan jamin keamanan dan ketertiban serta kenyamanan masyarakat, tidak boleh ada aksi kejahatan. Penegakan hukum diperlukan dan jangan ragu jalankan tindakan tegas, terukur kala terjadi aksi kejahatan jalanan oleh remaja,” ungkap Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, pada wartawan, Kamis (6/4/2023).
Dikatakan, jelang momentum lebaran dalam hitungan hari ada peristiwa sosial, budaya. Ada dua hal penting yang perlu kita soroti yaitu Jogja jadi arus tujuan dan tempat lintasan pemudik dari semua daerah dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah maupun dari Jawa Timur. Kedua, di masa Idul Fitri ada libur yang pasti dimanfaatkan oleh pemudik dari Solo Raya, Kedu Raya, Magelang pulang kampung.
“Di Jogja biasanya nginap dan berwisata, ada jutaan orang keluar masuk. Ini butuh antisipasi, terutama urusan kejahatan remaja. Jangan sampai ada peristiwa kejahatan terjadi, butuh antisipasi bersama,” tegas Politisi dari PDI Perjuangan.
Khusus guna mencegah adanya kejahatan remaja tidak berkembang lebih jauh, Pemda DIY sebenarnya sudah memiliki instrumen pencegahan dengan adanya Perda Ketertiban Umum, Perda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang perlu diimplementasikan dalam program kerja.
“Langkah pencegahan penting ini yang kita terus dorong agar pemda dan lembaga terkait bekerja lebih keras lakukan pencegahan. Remaja butuh diberi porsi proses belajar Pancasila, metode formal, informal ada tapi tidak cukup karena faktanya masih saja terjadi kejahatan oleh remaja di DIY,” terang Eko Suwanto
Akar masalah dari hadirnya kejahatan jalanan oleh remaja adalah masih adanya kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan yang tinggi di DIY. Kemiskinan jadi pemicu segala hal kekerasan, perasaan tidak puas dan lain sebagainya.
“Ada perda ketahanan keluarga, kenapa masalah terjadi? Maka urusan law inforcement, jangan ragu tegas dan terukur untuk tindakan kekerasan anak jalanan. Penegakan hukum, pembentukan Satgas serta adanya kejahatan luar biasa, perlu didukung anggaran sarana prasarana yang kita harapkan bisa dialokasikan,” pungkasnya. (Leni Sulistyaningsih)












