bernasnews — DPRD DIY berduka pasalnya Anggota Komisi B DPRD DIY Suparja, S. IP dikabarkan meninggal dunia saat dalam rangkaian perjalanan dinas, di Bandara Ngurah Rai Bali, Selasa (4/4/2023), pukul 10:00 WITA. Almarhum merupakan politisi Partai Nasdem, meninggal dalam usia 57 tahun.
Ketua Komisi B Andriana Wulandari yang saat ini juga berada di Bali, sangat terkejut dengan meninggalnya Suparja secara mendadak. “Kami merasa sangat kehilangan dan mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga besar Bapak Suparja. Semoga almarhum diterima disisiNya dan diampuni segala dosa-dosanya. Dan keluarga diberikan ketabahan, serta keikhlasan. Aamiin,” ungkapnya, Selasa (4/4/2023).
Lanjut Andriana mengatakan, bahwa selama bersama di Komisi B, dirinya belum pernah mendengar Mbah Parjo, sebut Adriana biasa memanggil almarhum, mengeluhkan sakit. “Sebagai politisi senior, beliau sosok yang inspiratif dan low profile. Sugeng tindak Mbah Parjo, swarga langgeng,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana juga menyampaikan duka cita yang mendalam dan menceritakan sedikit kenangan terhadap almarhum. “Inalillahi Wainalillahi rojiun atas meninggalnya Bapak Suparja. Beliau lebih senior dari kita semua, yang jiwa serta pengalamannya sudah sangat matang,” ungkap Huda.
Dikatakan, almarhum sudah pernah menjabat lurah, kemudian anggota DPRD Gunungkidul, dan sekarang terakhir menjabat sebagai Anggota Komisi B DPRD DIY. “Almarhum orangnya rajin, kalau rapat selalu aktif memberikan pendapat. Dan terakhir almarhum juga tergabung dalam Pansus daerah pengawasan tentang pembangunan wilayah perbatasan,” terang Huda.
Almarhum Suparja meninggal ketika dalam dinas, melaksanakan kunjungan kerja sebagai anggota dewan di Bali. Sangat mendadak prosesnya saat akan naik pesawat, di ruang tunggu di Bandara Ngurang Rai Bali, almarhum terkena serangan jantung.
“Saya sebagai saksi kalau almarhum seorang muslim yang sholeh, rajin ibadah. Saya sering bersama – sama almarhum kalau pas ke masjid. Almarhum rajin memberikan saran, yang sering jadi solusi menyejukan bagi kepentingan kita,” ucap Huda.
“Doakan khusnul khotimah, karena almarhum meninggal di bulan Ramadan, dan pastinya saat almarhum berpuasa,” imbuhnya. (Leni Sulistyaningsih)












