Humas STPN agar Kreatif, Inovatif dan Gerak Cepat

Ketua STPN Yogyakarta Dr. Ir. Senthot Sudirman, M.S. (berdiri tengah, dari kiri nomor enam), narasumber dan staf sekolah tinggi pada acara Workshop Peningkatan Kapasitas Humas STPN, di Indoluxe Hotel Yogyakarta, Kamis (16/3/2023). (Foto : UPA Humas dan Kerja Sama STPN Yogyakarta).

bernasnews – Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta Dr. Ir. Senthot Sudirman, M.S. mengajak Unit Pendukung Akademik (UPA) Hubungan Masyarakat (Humas) dan Kerja Sama di sekolah tinggi ini dapat melaksanakan tugas secara kreatif, inovatif dan gerak cepat. Hal penting demi kemajuan lembaga pendidikan khusus ilmu pertanahan ini. 

“Kata kunci melaksanakan tugas kita adalah niat yang kuat, ikhlas serta memberikan manfaat bagi lembaga dan masyarakat. Saya mengapresi dan mendukung kegiatan workshop ini. Yang penting, bagaimana rencana tindak lanjutnya. Lakukan revitalisasi Newsletter Nawala yang kita miliki agar lebih bermakna. Jangan lupa, media kita ini dibaca Bapak Menteri (ATR/Kepala BPN),” kata Senthot Sudirman.

Dia mengemukakan hal itu pada acara Workshop Peningkatan Kapasitas Humas STPN di Indoluxe Hotel Yogyakarta, Kamis (16/3/2023). Acara ini diikuti Kepala UPA Humas dan Kerja Sama STPN Asih Retno Dewi S.S.T., M.Ec.Dev., Editor Nawala Agung Nugroho Bimasena, S.T., M.Ling. dan staf beberapa UPA di lingkungan STPN. Bertindak sebagai narasumber workshop praktisi media dan pegiat literasi Y.B. Margantoro.    

Saling membutuhkan 

Dalam acara dialog, kepada peserta workshop diberikan topik pembahasan Wartawan di Mata Humas serta Gerakan Literasi Nasional yang meliputi Gerakan Literasi Keluarga, Gerakan Literasi Sekolah dan Gerakan Literasi Masyarakat.

Kepala UPA Humas dan Kerja Sama Asih Retno Dewi mengemukakan, humas dan wartawan dalam pelaksanaan tugas masing-masing saling membutuhkan. Wartawan dapat mengkomunikasikan informasi ke masyarakat, dalam hal ini wartawan membutuhkan humas untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin. Antara humas dan wartawan terdapat media relations.

Nadia Dwi Putri dari UPA Perpustakaan dan Tim Publikasi Digital berpendapat, wartawan bertujuan menyampaikan pesan dalam kepentingan khalayak. Sedangkan humas bertujuan untuk kepentingan pencitraan institusi. 

“Diharapkan, wartawan dan humas menciptakan hubungan yang baik dan harmonis agar pemberitaan untuk membangun citra yang baik dapat menyampaikan informasi dan pesan yang efektif,” kata dia.

Tentang Gerakan Literasi Keluarga, menurut Rama Bagus Indrawan dari unit Program Studi dan Tim Publikasi, merupakan awal pembentukan minat baca seseorang. Melalui keluarga dapat menguatkan minat anak dalam dunia literasi, karena anak cenderung mudah dibentuk minat dan bakat mereka.

M. Hudan dari unit Akademik & Pengajaran dan Tim Publikasi berpendapat, Gerakan Literasi Sekolah sangat penting karena sekolah dapat meningkatkan minat baca atau literasi anak-anak sejak dini. Sekolah merupakan ujung tombak pembelajaran ilmu pendidikan dan non pendidikan bagi warga sekolah.Bicara tentang Gerakan Literasi Masyarakat, Nur Atma Nugraha dari Unit Kemahasiswaan & Alumni dan Tim Publikasi mengatakan, sangat penting dilaksanakan. Mengapa? Karena di zaman dengan persaingan semakin luas ini diperlukan masyarakat yang mempunyai minat baca tinggi. Hal ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masyarakat. (mar)