bernasnews – Olah Rohani, matiraga dan bersedekah hendaknya dilaksanakan dengan baik dan ikhlas agar umat dapat menjadi pribadi dan sekaligus warga masyarakat yang baik. Meneladani pernyataan dan sikap Mgr. Albertus Soegijapranata, 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia, maka umat juga dapat menjadi Kristiani yang baik dan patriot yang baik.
Hal tersebut mengemuka dalam acara ROLASAN Lingkungan Santo Mateus, wilayah Gereja Paroki Santa Maria Assumpta Gamping, Sleman, DIY di kediaman Wargiyanto, Minggu (12/3/2023). Acara yang dibuka oleh ketua lingkungan L. Widodo dan pemateri D. Daryadi ini dihadiri umat setempat. ROLASAN putaran ketiga ini diisi dengan Aksi Puasa Pembangunan (APP) pertemuan III.
Daryadi bersama umat membahas topik pertemuan III Berpartisipasi Menghadirkan Damai di Masyarakat. Dia juga mengulang kembali secara singkat pertemuan sebelumnya yakni topik I Membangun Pertobatan Sejati di Masa Prapaskah, dan topik II Kebersamaan dalam Persekutuan Membangun Gereja yang Hidup.
Dalam pengolahan dan sharing pengalaman, pemateri antara lain bertanya, apakah umat cenderung menjadi pribadi yang tidak mau peduli, sibuk dengan urusan dan kepentingan sendiri? Dalam hal apa sajakah umat mudah untuk saling menyalahkan, dan mengapa demkian.
Wakil umat antara lain Y. Asmoro dan A. Suryandono memberikan tanggapan bahwa kenyataan di lapangan tidak selalu sama dan tidak seperti yang diharapkan. Untuk itu, sebagai umat beriman kita harus selalu berserah diri kepada Tuhan, sadar untuk selalu berbuat benar dan baik, serta hidup bermanfaat dan rukun di masyarakat.
Pertemuan APP masih dua putaran lagi yang akan dilaksanakan pekan depan. Sebagaimana ditetapkan Panitia APP Keuskupan Agung Semarang, tema APP 2023 adalah Tinggal dalam Kristus, Hadirkan Damai bagi Sesama dan Alam Ciptaan. (mar)











