bernasnews – Para kepala sekolah dan guru yang tergabung dalam Komunitas Sekolah Kanisius (KSK) Sleman Barat menyatakan, belajar dan praktek literasi keluarga, literasi sekolah dan literasi masyarakat itu penting bagi kehidupan. Mereka ingin mempelajari dan mempraktekkan secara bertahap sesuai dengan minat dan kesempatan. Khusus di sekolah, mereka akan belajar bersama warga sekolah.
Hal tersebut mengemuka dalam “Belajar Literasi Bersama” Komunitas Sekolah Kanisius (KSK) Sleman Barat di SD Kanisius Gamping, Ambarketawang, Gamping, Sleman, DIY, Selasa (7/3/2023).
Acara dibuka oleh Kepala SD Kanisius Gamping MB Dewi Rosariana,S.Pd., dan dihadiri Ketua KSK Sleman Barat Thomas Heri S. beserta anggota KSK. Mendampingi belajar literasi bersama bertajuk Menulis Itu Gampang dan Perlu ini pegiat literasi Y.B. Margantoro dan Yoseph Nai Helly, S.SiT., M.A.
“Manfaat dari Gerakan Literasi Masyarakat atau GLM sebagai salah satu media adalah untuk mencari dan mengolah informasi. Ini menjadi daya tarik bagi warga masyarakat guna memotivasi diri untuk berkembang sesuai dengan dinamika kehidupan. Dalam dinamika itu, masyarakat bukan hanya berposisi sebagai konsumen informasi namun juga dapat menjadi sumber informasi,” kata Thomas Heri.
Penulis tak kan mati
Pada kesempatan ini, untuk memotivasi peserta belajar literasi bersama, Yoseph Nai Helly membacakan karya puisinya bertajuk Penulis Tak Kan Mati.
Zaman telah berubah, tapi kau masih hidup dalam cerita oral./ Ceritamu itu hanya akan didengar hari ini, dan besok akan menjadi dongeng./ Ya, dongeng tentang masa lalumu, dan kebenarannya diragukan.
Sedang para penulis,/mereka ‘tak’kan mati walau zaman terus berganti./ Mereka akan menembus langit ke tujuh,/ bahkan anak cucu tujuh turunan pun tak kan sirna.
Tulisan akan tersimpan di berbagai tempat,/ museum, perpustakaan, bahkan dunia maya akan jadi saksi./ Goresan tangan penulis akan menembus cakrawala,/ s’bab tak ada ruang dan waktu yang mampu membatasinya.
Para penulis akan menjadi raja,/ mereka menjadi tokoh,/ mereka menjadi idola sebagian orang di bumi/ mereka akan terus dikenang di segala zaman.
Jika, kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar,/ tulislah kata Al-Ghazali di ribuan tahun silam./ Tulisan akan terus dibaca di segala generasi. /Nama penulis akan terus hidup selamanya.
Para pendongeng akan sirna bersama raga mereka ke dalam liang kubur./ Sedangkan para penulis,
akan terus bertahan dalam peradaban semesta,/ mereka terus ada dan hidup dalam keabadian.Menulislah, mulai hari ini./ Tentang apa saja yang kau lihat, yang kau dengar,/ yang kau rasa, yang kau kerjakan,/ agar namamu, juga tulisanmu terus hidup ‘tuk selamanya. (mar)











