bernasnews – Yogyakarta terutama Kabupaten Sleman rupanya menjadi salah satu tujuan utama wisata populer bagi sekolah-sekolah di Kabupaten dan Kota Bekasi Jawa Barat. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto menyebut hampir semua sekolah dari tingkatan SD, SMP, SMA telah memiliki program rutin berwisata ke berbagai destinasi di Yogyakarta, termasuk Sleman.
Sebagaimana diketahui, baru-baru ini Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman melakukan travel travel dialog di dua lokasi yakni Kabupaten dan Kota Bekasi, Kamis 2 Maret 2023. Travel dialog tersebut melibatkan Kepala Sekolah SMP SMA, pihak biro perjalanan wisata, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat.
Kus Endarto menyatakan puas dengan antusiasme peserta travel dialog tentang materi yang disampaikan.
Kepala Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Carwinda menyebut bagi kalangan dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi, Yogyakarta termasuk Sleman dikesankan “ngangeni”. Pasalnya Jogja menawarkan potensi budaya dan pariwisata yang unik dan menjadi ajang edukasi bagi siswa-siswa sekolah. Sehingga tidak mengherankan jika provinsi tersebut menjadi salah satu pilihan utama program tour ke luar daerah bagi sekolah-sekolah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Ian Prayitna menyampaikan apresiasi terhadap program promosi pariwisata Kabupaten Sleman di Bekasi yang dinilai cukup terorganisasi dengan baik. Selain itu diharapkan dapat terjalin sinergi dan kerjasama promosi pariwisata antara Sleman dan Bekasi.
Salah satu peserta Kepala Sekolah SMA Islam Sudirman Agus Riyanto menyebutkan bahwa pihaknya telah secara rutin mengajak siswa-siswanya untuk belajar budidaya jamur di RM Jejamuran dalam rangka peningkatan life skill.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi Masriwati mengatakan bahwa Kota Bekasi tidak memiliki potensi wisata alam dan budaya yang signifikan. Hal tersebut dikarenakan Kota Bekasi merupakan kawasan industri. Yang dikembangkan di Kota Bekasi adalah wisata belanja dan pengembangan ekonomi kreatif dari pemanfaatan daur ulang sampah menjadi produk-produk cinderamata. (*)











