Obat Lelah Itu Berupa Hadiah Kecil Namun Bermakna

Sr. M. Christera OSF menyerahkan bingkisan hadiah kecil untuk panitia penyelenggara Misa Ekaristi HUT Ke-92 SD Marsudirini St. Theresia Boro kepada Ibu Th. Ika Ayu L selaku Kepala Sekolah sebagai perwakilan. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Sebuah peribahasa mengatakan ‘Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing’, peribahasa lama ini tentu tak lekang oleh zaman terutama untuk menggelorakan semangat tim dalam melakukan suatu pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama.

Peribahasa ini juga berlaku bagi panitia penyelenggara yang telah bekerja sehingga acara Misa Ekaristi peringatan Hari Ulang Tahun Ke-92 SD Marsudirini St. Theresia Boro, bertempat di Gereja St. Theresia Liseux, Kulon Progo, DIY, Selasa (21/2/2023), berjalan lancar dan sukses.

Sementara kepanitiaan kegiatan tersebut melibatkan para guru dan karyawan, serta beberapa siswa siswi SD Marsudrini St  Theresia Boro, yang semuanya bekerja serta mempunyai peran dalam menyukseskan acara itu.

“Sungguh kerja sama yang luar biasa seluruh panitia, dari merencana, mempersiapkan semuanya, hingga pelaksanaan misa. Puji Tuhan  bersyukur acara Misa Ekaristi HUT Ke-92 SD Marsudirini St. Theresia Boro berjalan lancar dan sukses,” terang  Sr. M. Christera OSF selaku Koordinator Sekolah, saat diwawancara bernasnews, usai kegiatan.

Sr. M. Christera OSF saat mendampingi para panita dalam mempersiapka dekorasi altar gereja pada malam hari. (Foto: Istimewa)

Melengkapi hari kebahagian itu dan keringat panitia juga belum kering, Sr. M. Christera OSF berkesempatan membagi bingkisan hadiah kecil sebagai obat lelah bagi para Guru dan Karyawan, juga siswa siwi SD Marsudrini St  Theresia Boro, yang telibat dalam kepanitaan. Hadiah obat lelah diterimakan dan diwakili oleh Ibu Th. Ika Ayu L selaku Kepala Sekolah.

Sementara ketika ditanya persiapan untuk menuju Pesta Emas tepat satu abad usia SD Marsudirini St. Theresia Boro, suster yang dikenal humbel itu mengatakan, bahwa sewindu tetap berproses  dalam menyiapkan Generasi Emas , yang cerdas dan berkarakter menjadi pribadi yang ubet dan ulet memberi diri dengan berkontribusi yang berarti untuk kemajuan negara, bangsa dan gereja.

“Menghargai pada para pahlawan, menghargai  orang lain dan mengusahakan perdamaian dunia yang diawali dari sekolah yang ramah anak, toleransi yang tinggi dan mampu memilah serta memilih yang benar dan baik untuk diri sendiri dan sesama,” pungkas Sr. M. Christera OSF. (zbd/ ted)