News  

Guna Memecahkan Rekor MURI, Tercatat 11.065 Orang Nyanyikan Mars BNN ‘Anti Narkoba’ Di Kota Yogyakarta

Kepala BNN Kota Yogyakarta Kombes Pol Khamdani, S.Sos beserta jajaran BNN Kota Yogyakarta saat menyanyikan lagu Mars BNN 'Anti Narkoba', di halaman kantor setempat, Senin (13/2/2023). Foto: Istimewa.

bernasnews — Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia saat ini perlu mendapat perhatian serius dari seluruh komponen bangsa. Berdasar hasil survai BNN bekerja sama dengan LIPI tahun 2019 menyebutkan DIY termasuk lima besar provinsi dengan penyalahgunaan narkoba tertinggi.

Kepala BNN Kota Yogyakarta Kombes Pol Khamdani, S.Sos mengemukakan, bahwa penanganan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk salah satunya menggunakan strategi soft power approach. Terkait dengan pemanfaatan strategi tersebut, BNN RI menggelar kegiatan bertajuk Gema War On Drugs dalam rangka memperingati HUT Ke-21 BNN RI.

“Kegiatan tersebut sekaligus pemecahan rekor MURI. Melalui kegiatan ini, BNN mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, instansi pendidikan, pelajar, maupun mahasiswa untuk bersama menyatakan perang terhadap narkoba melalui sebuah nyanyian, yaitu Mars BNN ‘Anti Narkoba’,” kata dia.

Lanjut Kombes Pol Khamdani menjelaskan, bahwa kegiatan ini berlangsung sejak bulan Januari 2023 dan puncak kegiatan akan diselenggarakan pada tanggal 7 Maret 2023, bertempat di Provinsi Bali.

“Tercatat hingga saat ini sebanyak 11.065 peserta yang berasal dari sekolah, instansi maupun kelompok masyarakat di wilayah Kota Yogyakarta ikut serta berpartisipasi dalam menggelorakan semangat perang terhadap narkoba melalui Mars BNN Anti Narkoba,” bebernya.

“Peserta dari sekolah sebanyak 9.011 peserta, instansi sebanyak 1.687 peserta dan kelompok masyarakat sebanyak 367 peserta,” lanjut Kombes Khamdani menjelaskan kepada bernasnews, Senin (13/2/2023).

Berikut rincian peserta, 1) BNN Kota Yogyakarta (37 peserta), 2) Kodim 0734/Yka (100 peserta), 3) Lapas Kelas II A (550 peserta), 4) TP PKK Kota Yogyakarta (367 peserta), 5)  Taman Pintar (1000 peserta), 6) SMP N 6 Yogyakarta (740 peserta), 7) SMP IT Abu Bakar Yogyakarta (863 peserta), 8) SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta (516 peserta),

Kemudian, 9) SMP Muhammadiyah 14 Tambi (45 peserta), 10) SD Negeri Jetis 1 (335 peserta), 11) SD Negeri Pujokusuman 1 (730 peserta), 12) SD Kanisius Kintelan 1 (155 peserta), 13) SMA Negeri 2 Yogyakarta (1000 peserta), 14) SMK N 3 Yogyakarta (2.136 peserta), 15) SMK N 6 Yogyakarta (1.382 peserta), 16) SMK N 7 (350 peserta), 17) MTS Negeri 1 Yogyakarta (759 peserta). (*/ ted)