bernasnews — Gerakan Zero Sampah Anorganik (GZSA) yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, sosialisasi dari gerakan tersebut secara masif telah dilakukan oleh berbagai pihak, pengampu wilayah RW dan RW, serta melalui keberadaan bank sampah di masing-masing wilayah di Kota Yogyakarta.
Guna mendukung GZSA itu Kementerian Lingkungan Hidup melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta menyerahkan bantuan Dropbox Pilah Sampah B3 kepada Kemantren Kraton, Yogyakarta, Selasa (7/2/2023).
Mantri Pamong Praja (MPP) Kemantren Kraton Drs. Sumargandi, M.Si mengemukakan, bahwa bantuan Dropbox Sampah B3 tersebut untuk membantu warga masyarakat setempat, yang merasa kesulitan atau terlalu jauh untuk membuang sampah B3 sebagaimana yang telah ditentukan oleh Pemkot Yogyakarta.
“Apabila warga masyarakat di Kemantren Kraton yang sudah aktif memilah sampah dari rumah, mulai dari sampah organik yang sebagian sudah diolah menjadi pupuk, sampai dengan pilah sampah anorganik yang dimasukan pada bank sampah sehingga yang dibuang tinggal residu,” kata Sumargandi, saat dihubungi bernasnews, Jumat (10/2/2023).
Dikatakan, bahwa sampah yang tinggal residu tersebut diantaranya juga terdapat sampah kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), yang antara lain seperti bolam lampu, neon, baterai, kaleng obat nyamuk, barang elektronik, dan sebagainya.
“Kalau warga Kemantren Kraton merasa kesuitan, sampah B3 dapat membawanya ke kantor kemantren sini. Ayo pilah sampah dari rumah, Jogja Sehat, dan sampah menjadi berkah,” ujar Sumargandi. (ted)












