News  

Terungkap! Bleyeran Motor Picu Aksi Kejahatan Klitih di Titik Nol Kilometer

Pelaku aksi kejahatan jalanan yang di Titik Nol Kilometer Yogyakarta ditangkap. Foto: merapi_uncover

bernasnews – Kasus kejahatan jalanan, klitih yang belum lama ini terjadi di kawasan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta rupanya dipicu oleh bleyeran motor yang dikendarai G dan R.

Mulanya 1 pelaku yang berada di jalan Malioboro itu tersinggung dengan bleyeran motor yang dimainkan oleh korban. Namun G dan R sendiri tidak ada maksud untuk menganggu pengendara lainnya.

Hal tersebut membuat pelaku tersinggung dan kembali kerumahnya untuk mengambil sebuah besi hingga menceritakan hal tersebut di tongkrongan temannya.

“Kejadian yang kemarin ini memang di luar dari motif yang selama ini sering terjadi, kasusnya berbeda tipikal,” kata Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Saiful Anwar, Jumat (10/2/2023).

Sebagaimana diketahui, maraknya kejadian klitih itu biasanya tanpa pemicu. Namun, untuk kasus kali ini, Saiful menyebut ada ketersinggungan pelaku dengan G dan R yang memainkan gas motornya.

Setelah memanggil teman temannya, mereka mengejar G dan R yang saat itu masih berada di kawasan Malioboro.

“Mereka memang sempat melakukan blayer-blayer motor di situ sambil juga menjamping-jampingkan motornya. Dengan adanya kegiatan seperti itu, ada salah satu pelaku yang mungkin merasa tersinggung ya tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh korban kemudian melakukan pengajaran terhadap korban ini dan akhirnya terjadilah keributan di titik nol itu,” jelas Saiful.

Pihak kepolisian pun awalnya tak mengetahui kejadian di kawasan wisata itu. Mereka mulai bergerak saat video yang memperlihatkan aksi bacok membacok itu viral di media sosial.

“Kami dari pihak kepolisian pada awalnya tidak ada mengetahui kejadian ini sebelum viralnya video tersebut kemudian setelah mengetahui adanya kejadian tersebut melalui video yang viral segera kami melakukan langkah-langkah penyelidikan,” ujarnya.

Berdasarkan olah TKP yang ada, pihak kepolisian akhirnya berhasil mendapatkan identitas dari para korban.

Setelah itu baru dilakukan penyelidikan satu sama lain sehingga pihaknya bisa mengamankan para pelaku sebanyak 6 orang.

“Kami menangkap di Jakarta kemudian ke wilayah Jawa Barat. Mereka sempat melarikan diri ke arah sana tapi alhamdulillah berkat kerja keras dari anggota kita melakukan pengajaran Alhamdulillah dalam waktu yang tidak terlalu lama kita bisa mengamankan mereka,” paparnya.

Sejumlah barang bukti turut diamankan. Saiful mengungkap hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif terhadap ke 6 pelaku aksi kejahatan jalanan klitih.

Lebih lanjut, Saiful mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Yogyakarta dari segala kejahatan jalanan agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Kita sama-sama menjaga keamanan kenyamanan maupun ketertiban di wilayah Yogyakarta ini. Kita tahu bahwasanya Yogyakarta ini kota istimewa, kota budaya, kota pelajar dan menjadi tujuan wisata dari berbagai negara. Tentunya kita sebagai warga Jogja sudah seharusnya untuk menjaga kota Jogja,” pungkasnya. (lan)