bernasnews – Dalam rangka Pra Musda 2023, KADIN DIY menyelenggarakan Diskusi Bisnis dengan topik ‘Memanfaatkan Pasar Ekspor ke Australia Bagi UMKM DIY’ bertempat di sebuah kafe, Jalan KHA Dahlan, Yogyakarta, Rabu (8/2/2023).
Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Peter Craven pelaku binsis dari Australia. Moderator diskusi digawangi oleh Waket KADIN DIY Bidang Hubungan Luar Negeri George Iwan Marantika.
“Hadir juga sejumlah pengurus teras KADIN DIY antara lain Robby Kusumaharta, Hermawan Ardiyanto, Wawan Harmawan dan Arief Effendi. Diskusi bisnis tersebut dihadir oleh 40 pelaku UMKM DIY,” terang Y. Sri Susilo selaku Komtap Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY, dalam rilis yang dikirim, Kamis (9/2/2023)
Dalam kesempatan itu, Hermawan Ardiyanto yang juga Ketua Panitia Musda KADIN DIY 2023 mengemukakan, bahwa tujuan diskusi bisnis ini adalah untuk membantu pemsaran produk – produk UMKM DIY di pasar Australia.
“KADIN DIY akan berupaya untuk memfasilitasi produk UMKM DIY agar dapat menembus pasar ekspor Australia,” kata dia. Lanjut Hermawan berharap, semoga produk UMKM ke depan dapat difasilitsi trading house di Kota Melbourne, Australia.
“Pak Peter Craven ini pelaku bisnis yang paham potensi pasar Australia bagi UMKM di DIY,” imbuh Robby Kusumaharta. Menurut dia, Peter sudah lama melakukan bisnis di Indonesia dengan mengekspor produk handycraft dan mebel.
“Berkaitan dengan hal tersebut Peter Craven merupkaan narasumber yang tepat bagi pelaku UMKM DIY yang akan menoba peneterasi pasar di Australia,” tandas Robby Kusumaharta.
Sementara, Peter Craven mengungkapkan, bahwa potensi pasar handycraft dari DIY untuk pasar Australia sangat potensial. Produk UMKM yang mempunyai potensi di pasar Australia adalah fahion dengan desain khusus dan pangan yang berkualitas.
“Di sisi lain, regulasi Australia terhadap produk impor cukup ketat sehingga produk UMKM DIY yang akan masuk ke Australia diharapkan melalui kurasi agar terjamin kualitasnya. Untuk memudahkan distribusi produk maka rencana pendirian trading house di Australia sangat relevan dan cukup urgen,” beber Peter.
Sebagai informasi, berdasarkan data BPS (2022), nilai ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) September 2022 mencapai US$44,6 juta atau turun 4,90 persen dibanding Agustus 2022. Dibanding September 2021 nilai ekspor turun sebesar 2,41 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor DIY Januari–September 2022 mencapai US$446,3 juta atau naik 14,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.
Sementara ekspor September 2022 terbesar adalah ke Amerika Serikat yaitu US$20,4 juta, disusul Jerman sebesar US$3,7 dan Australia sebesar US$2,7 juta. Kontribusi ketiganya mencapai 60,09 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa sebesar US$10,3 juta dan ASEAN sebesar US$0,9 juta.
Pertanyaan dari pelaku UMKM adalah jenis produk yang permintaannya tinggi? Bagaimana strategi memasuki pasar Australia. Kedua pertanyaan tersebut dijawab oleh forum diskusi. Pertama, produk yang potensial diantaranya pakaian jadi bukan rajutan, perabot penerangan rumah. Juga barang dari kayu, jerami/ bahan anyaman dan kertas/ karton,
Di samping itu, potensi produk makanan olahan cukup besar dengan sasaran pasar diaspora Indonesia yang tinggal di Australia. Strategi yang harus dilakukan adalah memper kuat daya saing produk baik dari harga dan kualitas. Penetrasi pasar dapat dilakukan dengan bekerjasama dengan pelaku bisnis yang telah mengenal produk UMKM DIY, termasuk Peter Craven.
Dalam kegiatan pariwisata, wisatawan Australia termasuk wisatawan mancanegara yang banyak datang ke Indonesia, khususnya Bali, Untuk itu diperlukan upaya dan strategi khusus untuk menarik wisman Australia untuk datang ke Yogyakarta.
“Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan diversifikasi daya tarik wisata yang tidak hanya mengandalkan Borobudur dan Prambanan saja. Diversifikasi harus dimulai dari merubah orientasi kebijkan dan program pariwisata yang berbasis mass tourism menuju ke quality tourism,” pungkas Y. Sri Susilo, yang juga sebagai penggiat pariwisata.
Acara diskusi ditutup dengan penandatangan Letter of Intent (LOI) antara KADIN DIY dengan Katama Australia Pty. Ltd. yang diwakili oleh Peter Craven. Dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti dengan merealisasikan LOI tersebut. (*/ ted)












