bernasnews — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Yogyakarta, sebagian besar berasal dari sektor pariwisata, pelayanan jasa serta perdagangan umum. Terkait pariwisata daya tarik Kota Yogyakarta terletak pada kekayaan seni budaya, keragaman objek wisata, dan kreativitas warganya.
Hal itu disampaikan oleh Sekda Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya saat menyampaikan pidato sambutan dalam acara Welcome Dinner pembukaan kegiatan Jogja Vaganza 2023, bertempat di The Alana Malioboro Hotel, Kota Yogyakarta, Senin (6/2/2023).
“Warga Kota Yogyakarta juga terus berupaya mengangkat berbagai keunikan yang mereka miliki untuk kemudian menjadi sesuatu yang layak jual atau layak untuk ditampilkan bagi para wisatawan yang mengunjungi Kota Yogyakarta,” terang Aman, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Dikatakan, bahwa Kota Yogyakarta mempunyai 17 kampung wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Juga berbagai unggulan wisata alternatif seperti Gowes Monalisa, Kampung Wisata Melalui Aplikasi (Kamelia) di Jogja Smart Service (JSS), Teras Malioboro I, Teras Malioboro II, serta berbagai kawasan wisata heritage di seluruh Kota Yogyakarta.
“Dengan adanya Jogja Vaganza dapat menumbuhkan gairah pariwisata sebagai sektor perekonomian utama bagi Kota Yogyakarta. Kami optimis acara ini dapat memberikan dampak kebangkitan bagi dunia kepariwisataan Kota Yogyakarta,” tandasnya.
Perlu diketahui Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Jogja Vaganza dalam rangka untuk mendongkrak geliat pariwisata di Kota Yogyakarta.
Event Jogja Vaganza 2023 akan berlangsung selama empat hari, tanggal 6 – 9 Februari 2023, dengan menggandeng berbagai pihak seperti Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakatya (BP2KY), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), serta Paguyuban Dimas Diajeng Kota Yogyakarta.
Sekretaris Dinpar Kota Yogyakarta Muhammad Zandaru mengemukakan, bahwa Jogja Vaganza 2023 merupakan kegiatan promosi pariwisata Kota Yogyakarta, yang melibatkan seluruh pelaku pariwisata Kota Yogyakarta.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi pelaku usaha pariwisata yang berada di Kota Yogyakarta khususnya travel agent, hotel, pusat oleh-oleh, dan destinasi wisata,” terang dia.
Lanjut Zandaru menjelaskan, sama seperti sebelumnya acara ini mempertemukan seller dari Kota Yogyakarta yaitu hotel, destinasi wisata, pusat oleh-oleh, dan travel agent dengan potensial buyer sebanyak 80 orang, antara lain dari 55 travel agent dari Jawa dan luar Jawa, serta 25 buyer dari Asean Tourism Forum (ATF) yang terdiri dari travel agent domestik dan dari Malaysia.
“Kolaborasi dengan buyer ATF ini merupakan sebagai bentuk dukungan atas penyelenggaraan ATF di Yogyakarta,” pungkasnya. (ted)











