News  

Mahasiswa KKN Ajak Warga Olah Limbah Cangkang Telur Jadi Pupuk Organik Cair

Produk pupuk organik dari limbah cangkang telur yang diolah mahasiswa KKN Universitas Mercubuana Yogyakarta dan warga Padukuhan Ngebrak Timur. Foto: istimewa

bernasnews – Selama ini cangkang telur kerap dianggap hanya sebatas limbah yang tak bermanfaat. Namun ternyata, hal yang dianggap limbah tersebut rupanya bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi para petani.

Di tangan sejumlah mahasiswa KKN Universitas Mercubuana Yogyakarta kelompok 31, limbah cangkang telur diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat. Mereka bahkan memandu warga Padukuhan Ngebrak Timur, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul untuk mengolah limbah cangkang telur menjadi pupuk organik cair pada hari Senin (30/1/2023) lalu.

Ketua Kelompok 31 KKN Universitas Mercubuana Yogyakarta, Mohammad Arif Mustaq mengatakan kegiatan edukasi bagi warga ini penting selain dapat mengurangi limbah dapur warga, di Ngebrak Timur terdapat kelompok tani dimana mereka tentunya membutuhkan pupuk untuk tanaman mereka.

“Pemanfaatan limbah cangkang telur yang diolah menjadi pupuk organik cair diharapkan dapat membantu para petani disini untuk meningkatkan hasil pertanian mereka. Selain itu, proses pengolahan pupuk organik cair juga mudah serta ramah lingkungan karena tidak menggunakan zat kimia,” kata Arif.

Arif menjelaskan, cara pengolahan pupuk organik cair dari limbah cangkang telur sangat mudah. Bahan yang dibutuhkan hanya berupa 3 liter air leri atau air cucian beras, 100 gram cangkang telur yang sudah di haluskan, 1 kilogram kulit pisang, 500 gram gula dan cairan EM4 sebanyak 500 mililiter. Semua bahan tadi dicampurkan menjadi satu dan kemudian ditambahkan air sebanyak 3 liter dalam suatu wadah. Setelah itu, campuran tadi didiamkan selama 14 hari dalam wadah tertutup.

“Namun dalam jangka waktu tersebut setiap harinya wadah harus dibuka tutupnya sesaat agar sirkulasi udara berganti,” jelas Arif. 

Arif menambahkan, kandungan yang dihasilkan dari fermentasi pupuk organik cair tersebut adalah nitrogen, kalium dan fosfor. Bahan aktif tersebut mampu meningkatkan klorofil dan berguna untuk meningkatkan fotosintesis, merangsang pertumbuhan dan memberi warna hijau pada daun, meningkatkan kualitas buah. Tak hanya itu pupuk organik itu juga menjadikan tanaman tahan hama dan penyakit, membuat batang tanaman berdiri tegak dan kokoh, serta meningkatkan  pertumbuhan benih, akar, bunga, dan buah.

“Untuk pengaplikasiannya, pupuk organik cair ini adalah satu banding sepuluh, yaitu  satu liter pupuk organik cair dicampur dengan sepuluh liter air,” tambahnya

Arif berharap, kegiatan yang dilakukan kelompoknya bersama warga tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di Padukuhan Ngebrak Timur.

“Kami berharap, kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok 31 KKN Universitas Mercubuana Yogyakarta ini dapat bermanfaat bagi warga masyarakat serta kelestarian alam,” pungkasnya.