News  

100 Paket Bantuan Disalurkan untuk Tekan Angka Stunting di Sleman

Penyerahan paket bantuan untuk tanggulangi stunting di Kabupaten Sleman. Foto: istimewa

bernasnews – Sebanyak 100 paket bantuan diserahkan untuk menanggulangi persoalan stunting di Kabupaten Sleman. 100 paket bantuan tersebut berisikan sembako diantaranya berupa beras, minyak goreng, telur ayam, susu anak khusus, dan minuman.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Dandim Sleman Danny Arianto Pardamean Girsang yang sekaligus sebagai Bapak Asuh Stunting Kabupaten Sleman bertempat di Balai Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Sabtu (4/2). 

Dandim Sleman, Danny Arianto Pardamean Girsang mengatakan penyerahan bantuan bagi anak stunting ini merupakan sinergi antara TNI-POLRI dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menangani persoalan stunting. 

“Kegiatan ini merupakan wujud sinergitas TNI-POLRI dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung program percepatan penurunan stunting khususnya di wilayah Sleman,” jelasnya. 

Menurutnya, meski kasus kasus stunting di Sleman terbilang rendah dibandingkan wilayah kabupaten maupun kota di Yogyakarta, hal tersebut tidak menurunkan upaya TNI-POLRI dan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus melakukan langkah-langkah percepatan penurunan stunting di Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa saat memberi sambutan dalam agenda penyerahan paket bantuan untuk tanggulangi stunting di Kabupaten Sleman. Foto: istimewa

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sleman, menyampaikan bahwa kemiskinan dan permasalahan stunting menjadi prioritas saat ini.

Menurut data terakhir tahun 2022, kasus stunting di Sleman mengalami penurunan yakni berada di angka 6,8 persen dibandingkan dengan tahun 2022 yakni sejumlah 6,9 persen. Menurut dia, penurunan satu persen tidak bisa dilihat hanya persentase. Namun, ada perbedaan dari cakupan data pada tahun 2021 dan tahun 2022. 

“Pada tahun 2021 data yang dikumpulkan terkait stunting hanya mencakup 63 persen dari balita yang ada di Kabupaten Sleman. Cakupan tersebut dikarenakan adanya kendala terlebih kondisi Covid. Sementara pada tahun 2022, pendataan mencakupi hingga 93 persen balita yang ada di Sleman,” jelasnya. 

Danang menyebut, penurunan angka stunting yang ada di sleman ini hasil dari kerjasama yang baik dari seluruh pihak yang berkomitmen untuk menghadapi permasalahan stunting yang ada di Sleman.