News  

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Minta Pihak Sekolah Waspadai Kasus Penculikan Anak

Ilustrasi kekerasan pada anak. Foto: pixabay

bernasnews – Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman turut menanggapi terkait dengan maraknya isu kasus penculikan anak yang belakangan ini beredar terutama di media sosial dan juga pesan berantai WhatsApp.

Memberitahukan :

1. Anak-anak *pulang jam 12.30 wib*, mohon dijemput tepat waktu. Maaf sekali jika pengumumannya mendadak pagi ini.

2. Kami mendapat kabar dr SDN Tajem kalau ada 3 siswa mereka hampir saja menjadi korban penculikan, bahkan leher dari 2 siswanya telah diberi tanda. Untungnya anak ketiga sigap dan langsung mengajak temannya lari.

Kami sdh share hal ini ke anak-anak juga. Mari kita waspada dan menjaga anak-anak kita.

Demikian info pagi ini. Terima kasih perhatiannya.

Lewat surat edaran, Dinas Pendidikan mengimbau agar pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan. Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana dalam surat edaran yang diteken pada 31 Januari 2023 menyampaikan 6 poin penting bagi pihak sekolah.

Dalam imbauan itu, pihak sekolah diharapkan melakukan pengawasan dan pengamanan dari orang asing yang mencurigakan. Selain itu, Ery juga mengimbau agar sekolah memberi sosialisasi pada siswa untuk berhati-hati saat berinteraksi dengan orang asing.

Pada poin lainnya, ia turut meminta agar guru bisa memantau dan mengawasi siswa khususnya di jam istirahat, ekstrakulikuler, ketika pulang sekolah dan saat siswa menunggu jemputan. Selain itu sekolah juga diharapkan menjalin komunikasi yang efektif untuk mengetahui keluarga yang menjemput siswa.

“Betul edaran dari kami,” ujar Ery saat dikonfirmasi pada Rabu (1/2/2023).

“Intinya untuk mengimbau sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan,” imbuh dia.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat dikonfirmasi bernasnews mengaku sudah mendengar kabar dugaan upaya penculikan anak di salah satu SD. 

“Iya (sudah mendengar kabarnya). Kejadian tersebut terjadi saat hari Minggu. Anak-anak sepedaan kemudian didekati orang tidak dikenal,” kata Kustini.

Menanggapi kejadian itu, pihak Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pendidikan telah melakukan upaya pencegahan dengan mengeluarkan imbauan agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaannya terlebih lagi bagi kalangan sekolah dan orang tua.

“Dari Pemkab Sleman melalui Dinas Pendidikan sudah memberi himbauan kepada bapak ibu kepala sekolah supaya memperhatikan anak-anak. Saya imbau kepada seluruh orang tua supaya tetap mengawasi anak-anak sepulang sekolah maupun hari libur,” pungkasnya.