bernasnews – Sebagai orang yang termasuk dalam sektor pekerja informal, pamong maupun RT dan RW rupanya juga perlu mengetahui program pemerintah yang masuk dalam BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan pemerintah. Salah satu program tersebut tak lain terkait Jaminan Kematian.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menilai sosialisasi program Jaminan Kematian BPJS ketenagakerjaan ini sangat penting diikuti oleh para pamong. Tak cuma sebagai penyambung sosialisasi ke masyarakat tapi juga memberikan pengetahuan bagi pamong untuk ikut serta dalam program tersebut.
“RT dan RW ini kan termasuk informal, meski bukan yang mendapatkan gaji rutin setiap bulan, tapi dia ikut serta membantu dalam program pemerintah. Sehingga tidak ada salahnya diikutsertakan dalam program BPJS. Karena di dalam pekerjaannya juga mengandung risiko dalam melayani masyarakat,” ucap Danang, Kamis (19/1/2023).
Ia pun menyampaikan kepada perwakilan pamong yang hadir untuk banyak-banyak menggali informasi terkait jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga nantinya, diharapkan mereka juga dapat pemahaman kepada masyarakat terkait program Jaminan Kematian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Samsul Bakri, menyampaikan sosialisasi tersebut diberikan kepada 86 perwakilan kalurahan yang ada di Kabupaten Sleman. Harapannya kegiatan ini bisa memberi pemahaman kepada pamong terkait jaminan santunan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan.
“Harapannya, ada kenyamanan dan jaminan bagi pengurus, untuk ketua RT dan RW yang melaksanakan tugas. Sehingga ketika ada RT atau RW yang meninggal dunia, nantinya akan mendapatkan jaminan santunan dari BPJS ketenagakerjaan,” jelas Samsul.
Lebih lanjut, ia meminta kepada perwakilan Kalurahan yang hadir untuk turut melaporkan tindak lanjut dari sosialisasi program Jaminan Kematian. Sehingga, diharapkan masyarakat dapat memahami terkait tujuan, prosedur, serta manfaat dari program tersebut.











